10 Program Prioritas Bupati Budiman hingga 2026

16
SERTIFIKAT. Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani (kiri) menyerahkan sertifikat Mendikbud akan penetapan Tari Riringgo, Kecamatan Wasuponda sebagai warisan budaya tak benda diterima Bupati Lutim, H. Budiman saat paripurna HUT Lutim ke-18, Senin 3 Mei 2021. Nampak Wakil Ketua DPRD Lutim HM Siddiq BM didampingi Wakil Ketua II, H. Usman Sadik memimpin jalannya paripurna. DISKOMINFO LUTIM

* Dipaparkan di Hadapan Sekprov, Saat Paripurna HUT Lutim ke-18

MALILI, PALOPOPOS.CO.ID — Kabupaten Luwu Timur genap berusia 18 tahun, Senin 3 Mei 2021, kemarin. Usia yang beranjak dewasa. Hari jadi ini diperingati secara sederhana melalui paripurna DPRD. Pada kesempatan itu, Bupati Luwu Timur, Drs H Budiman, M.Pd memaparkan 10 program prioritasnya di hadapan Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani.

Kesepuluh sasaran prioritasnya adalah, mencakup peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat, pembangunan SDM, pengembangan lapangan kerja dan lapangan usaha, peningkatan sektor-sektor perekonomian daerah, penataan kualitas lingkungan dan infrastruktur. Lalu, optimalisasi pelayanan publik dan akuntabilitas pemerintah.

Dimana seluruh kebijakan prioritas tersebut berlandaskan nilai agama dan budaya dengan mengedepankan pembangunan yang partisipatif dan responsif ke dalam sektor pembangunan pendidikan, kesehatan, lingkungan dan tata ruang, investasi, pertanian dalam arti luas, infrastuktur, pariwisata, koperasi, UKM, agama, budaya dan olahraga.

Kesemua sasaran priorita sini juga telah terangkum dalam dokumen RPJMD Kabupaten Luwu Timur tahun 2021-2026.
Selanjutnya, tambah Budiman, sasaran lainnya adalah pemberian bantuan keuangan Rp1 miliar satu desa di luar alokasi dana desa (ADD) dan dana desa.

“Pemerintah daerah perlu memacu pemerintah dan masyarakat desa untuk lebih produktif, dengan memberikan program padat karya untuk membangun infrastruktur, meningkatkan daya beli, maupun program-program berbasis potensi lokal desa. program padat karya ini dapat menjadi solusi yang paling baik untuk menggiatkan perekonomian yang saat ini sedang lesu akibat pandemi covid-19,” kata Bupati Lutim keempat ini.
Ia menambahkan, ada juga Program Ruang Terbuka Hijau (RTH), berupa penataan taman kota.

Program ini nantinya melibatkan partisipasi swasta seperti perusahaan, kontraktor, perbankan dan dunia usaha lainnya sebagai wujud sinergitas bersama menjaga ekosistem lingkungan dan menyediakan ruang publik yang indah dan berkualitas.

“Saya laporkan sudah ada 15 perusahaan maupun jasa perbankan yang sudah melakukan MoU dengan pemerintah daerah dalam program penataan ruang terbuka hijau,” jelasnya.

Terakhir, orang nomor satu di Luwu Timur ini mengatakan pemerintah daerah juga berencana membangun Islamic Center, mendorong investasi dan industrialisasi pertanian, mengembangkan destinasi wisata dan geo park, membangun kawasan industri dan sentra IKM, membangun gedung multiguna pemuda, hingga melanjutkan pembangunan rumah sakit, bandara, dan stadion.

“Semua program prioritas ini secara bertahap akan di diwujudkan dengan prinsip-prinsip yang baik dan berkelanjutan. Tentu saja, program prioritas ini hanya dapat terwujud dengan dukungan dan sinergitas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Luwu Timur,” jelasnya.

Selain memaparkan 10 sasaran prioritas, Bupati Lutim juga menjelaskan perkembangan yang diraih selama ini.
Dimana, pemerintah daerah telah mampu memenuhi hak-hak dasar masyarakat yang berkeadilan, dengan indikator makro pembangunan daerah antara lain persentase penduduk miskin Kabupaten Luwu Timur tahun 2020 sebesar 6,85%. “Aangka ini turun dari tahun sebelumnya sebesar 6,98%. Itu artinya, tingkat kemiskinan Lutim mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2019. Kemudian laju pertumbuhan ekonomi meningkat dari sebelumnya tahun 2019 sebesar 1,17% meningkat sebesar 1,46% tahun 2020,” sebutnya.

Selanjutnya, PDRB per kapita Lutim tahun 2020 sebesar Rp70,49 juta rupiah mengalami peningkatan dibanding tahun 2019 yang hanya sebesar Rp70,07 juta rupiah.

“Untuk tahun 2021 ini, pendapatan tiap penduduk Lutim secara rata-rata ditargetkan mencapai Rp122 juta rupiah. Dari sisi perkembangan indeks pembangunan manusia (IPM), Lutim menunjukkan pertumbuhan positif dari 72,80 pada tahun 2019 menjadi 73,22 pada tahun 2020. Namun dari semua keberhasilan itu, hal yang patut menjadi perhatian bersama terkait tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang mengalami peningkatan dari dari 3,81 pada tahun 2019 menjadi 4,46 pada tahun 2020. Ini menunjukkan jumlah angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja tahun 2020 lebih banyak daripada tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sementara, Plt Gubernur Sulsel yang diwakili Sekprov Sulsel, Dr Abdul Hayat Gani mengawali sambutannya dengan sebuah pantun “tidak ku tulis luka ini dengan tinta, tidak ku datang ke Luwu Timur kalau bukan karena cinta” yang disambut tepuk tangan peserta sidang paripurna.

Sekprov juga mengingatkan terkait protokol kesehatan yang harus dipatuhi masyarakat termasuk pula larangan untuk mudik. Ia juga mengakui capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Luwu Timur yang tetap meningkat meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Vale Indonesia untuk menyerahkan pengelolaan Bandara Sorowako untuk dikelola Pemprov Sulsel. Nanti awal penerbangan akan disubsidi dan jenis penerbangan akan segera dikonsultasikan ke beberapa maskapai. “Pemerintah Provinsi Sulsel akan selalu menjadi supporting system sepanjang program itu rasional dan inovatif. Kalau berdampak positif untuk masyarakat maka kita harus dukung bersama,” katanya.

Diketahui, HUT Lutim ke-18 ini mengusung tema “Luwu Timur yang Maju dan Berkelanjutan”. Rapat paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPRD, HM. Siddiq BM. Didampingi Wakil ketua II, H. Usman Sadik di ruang paripurna DPRD.

Di kesempatan itu juga dilakukan penyerahan hasil MoU antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan PT Vale Indonesia terkait pengelolaan Bandara Sorowako. Kemudian penyerahan sertifikat Mendikbud terkait penetapan karya budaya Tari Riringgo, Kecamatan Wasuponda sebagai warisan budaya tak benda.

Selanjutnya penyerahan bantuan CSR PT Bank Sulselbar berupa jamban keluarga program ODF senilai Rp277 juta, dan 1 unit mobil ambulans. Kemudian penyerahan Genose dari PT Citra Lampia Mandiri dan penandatangan MoU terkait RTH.
Rapat Paripurna ini juga dihadiri Anggota DPRD Sulsel, H. Andi Hatta Marakarma dan Esra Lamban, Sekda, H. Bahri Suli, Macoa Bawalipu, Aras Abdi To Baji Pua Sinri, Anggota DPRD, Forkopimda, Para Kepala OPD, Para Tokoh Pemekaran, Ketua Tim Penggerak PKK, Sufriaty dan Ketua Dharma wanita, Masrah Bahri Suli. (hms/idr)

Sasaran Prioritas RPJMD 2021-2026 Luwu Timur

– Peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat,
– Pembangunan SDM,
– Pengembangan lapangan kerja dan lapangan usaha,
– Peningkatan sektor-sektor perekonomian daerah,
– Penataan kualitas lingkungan dan infrastruktur,
– Optimalisasi pelayanan publik dan akuntabilitas pemerintah,
– Ruang Terbuka Hijau (RTH), berupa penataan taman kota,
– Membangun Islamic Center,
– Rp1 miliar tiap desa,
– Perbanyak program padat karya.