Stok Baru Vaksin, Didrop Pekan Ini

14

* Kemenkes Perpanjang Interval Dosis Pertama dan Kedua jadi 28 Hari

PALOPO — Stok vaksin Sinovac telah habis di beberapa daerah di Luwu Raya dan Toraja. Bahkan, kegiatan vaksinasi pun dibatasi, bahkan sampai ada yang dihentikan sementara, sambil menunggu stok baru datang. Direncanakan, pekan ini stok baru akan dikirim dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel.

Diketahui, baru-baru ini, Dinkes Provinsi Sulsel kembali mendapat tambahan vaksin Sinovac sebanyak 18.880 dosis.

“Berdasarkan info yang kami terima, jadwalnya hari ini (kemarin,red) sudah tiba di Makassar 18.880 dosis,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palopo, San Ashari, SKM, MKes yang ditemui Palopo Pos, di ruang kerjanya, Rabu 7 April 2021, kemarin.

Tapi hingga saat ini, kata dia, pihaknya belum menerima informasi selanjutnya. Pokoknya paling lambat pekan ini sudah tiba di Makassar. Jika sudah tiba, biasanya satu dua hari di drop ke daerah, termasuk ke Palopo.

Mengenai jumlah vaksin yang akan diterima, lanjut San, biasanya sebelum dikirim, pihaknya sudah dikirimkan list, berapa yang akan diterima Kota Palopo. Namun hingga saat ini belum didapatkannya.

Tapi jika melihat jumlah rata-rata pengiriman sebelumnya, dua kali penerimaan vaksin yang terakhir, itu di atas dua ribuan, yakni 2.800 dan 3.000 dosis. “Mudah-mudahan bisa bertambah lagi hingga 4.000 bahkan 5.000. Biar lebih mempercepat dan mempermudah kerja-kerja teman-teman di lapangan,” tukas alumnus Unhas ini.

San juga mengimbau kepada teman-teman yang sudah divaksin dosis pertama bisa lanjut dosis kedua, sesuai dengan tanggal pemberian dosis pertama dan jarak interval.

Ditanya tentang interval pemberian dosis pertama hingga kedua, berjarak dari 14 hari berubah menjadi 28 hari dikhawatirkan sejumlah masyarakat karena nantinya memberikan efek. Disebutkan San, sebenarnya tidak berubah, interval waktunya memang 14 hari hingga 28 hari.

Cuma selama ini diambil waktu yang tercepat, yakni 14 hari. Tapi khusus untuk lansia itu mengambil jarak 28 hari. Pemberian dosis kedua malah lebih bagus hasilnya jika durasinya lebih lama, tapi jangan melewati 28 hari, untuk penggunaan vaksin Sinovac Covid-19 ini.

“Malah untuk vaksin Covid-19 jenis lainnya, Astrazeneca, interval waktunya 12 minggu,” terangnya. Kebijakan mengambil 28 hari ini, sesuai Surat Edaran (SE) Menkes bernomor : HK.02.02/I/653/2021 tentang optimalisasi pelaksanaan Covid-19 yang ditandatangani langsung Menteri Kesehatan, 15 Maret 2021 lalu. Dimana penambahan alternatif interval penyuntikan dosis pertama dan kedua, itu 28 hari untuk populasi dewasa, 18-59 tahun. Sasaran vaksin ini sekitar 18,5 juta orang dengan target waktu, 300 hari.

Kebijakan ini untuk menyamakan interval pemberian dosis kedua bagi lansia. Nah ini juga membantu petugas kesehatan di lapangan, agar lebih mudah melakukan vaksinasi.
“Jika ada yang 14 hari, ada 28 hari, belum lagi berbagai instansi, memang agak repot, kebijakan ini lebih mempermudah kerja-kerja teman-teman di lapangan,” terangnya.

Senada dengan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Palopo, Dr Ishaq Iskandar, M.Kes, menyebutkan bahwa, perubahan kebijakan ini, memberi kemudahan bagi petugas kesehatan dalam melakukan vaksinasi. Sehingga tidak terjadinya beban ganda, karena ada yang 14 hari dan ada yang 28 hari.
“Ini juga sudah dilakukan penelitian, malah lebih lama lebih bagus, yang penting jangan melewati interval waktu yang ditetapkan,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, stok vaksin di Kota Palopo terbatas. Dinkes terpaksa menunda vaksinasi untuk dosis pertama yang menyasar mubaligh, guru, dan juga lanjut usia (lansia). Di Luwu, sesuai data Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu hingga saat ini stok vaksin sudah mulai menipis tersisa 136 vial, dan terus digunakan.

Di Luwu Utara, stok vaksin juga telah habis. Dan Dinkes Lutra masih menunggu dropping dari Dinkes Provinsi Sulsel.(ich/idr)