Rekomendasi DPRD Dinilai Mandul

186
Aliansi Pemuda Siguntu saat menempelkan spanduk yang bertuliskan "Rekomendasi DPRD Palopo Mandul'' di pintu masuk ruang musyawarah DPRD Kota Palopo usai orasi di Kantor DPRD, Rabu 7 April 2021.

*Aliansi Pemuda Siguntu Kembali Orasi

BOTING –– Karena menganggap tidak ada tindak lanjut dari pihak kepolisian terhadap rekomendasi dari DPRD Kota Palopo untuk melakukan pengusutan adanya dugaan pengrusakan lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Latuppa dan Siguntu, belasan pemuda yang mengatasnamakan diri Aliansi Pemuda Siguntu menggelar orasi di depan Mako Polres Palopo, Rabu, 7 April 2021.

Putra selaku jendral lapangan aksi itu, saat ditemui di depan Mako Polres Palopo, dia mengatakan aksi tersebut dimulai pada pukul 13:30 Wita dari Kantor Lurah Latuppa, kemudian Kantor Camat Mungkajang, lanjut ke Kantor PDAM Kota Palopo, Mako Polres Palopo, dan terakhir di Kantor DPRD Kota Palopo.

Dalam orasinya, Putra kembali menyinggung rekomendasi DPRD Kota Palopo hingga kini terkesan tidak ada tindak lanjut, yang jelas dalam rekomendasi tertulis pengerjaan proyek ruas jalan Palopo- Basse Sangtempe (Bastem) itu, dinilai telah melakukan pengrusakan dan pencemaran lingkungan.

“Salah satu contoh bentuk pengrusakan atau pencemaran lingkungan yang dilakukan pihak pengerjaan jalan poros Palopo-Bastem di Kelurahan Latuppa ialah material buangan pengerjaan jalan itu dibuang ke sungai, sehingga air jadi keruh hingga berdampak pada keruhnya air baku PDAM Kota Palopo,” sebut Putra dalam orasinya.

Selain pembuangan material pembangunan jalan ke sungai oleh pihak pekerja jalan poros Palopo-Bastem di Latuppa, pengerjaan jalan tersebut juga dianggap tidak memperhatikan kerugian warga atas kerusakan tanaman yang tertimbun material pengerjaan jalan poros Palopo-Bastem.

“Selain pencemaran lingkungan, pekerjaan jalan poros Palopo-Bastem itu juga membuat sejumlah warga mengalami kerugian akibat tanaman dalam kebun masyarakat yang tertimbun material pekerjaan jalan. Meski sebagian warga yang saya ketahui sudah ada diganti rugi kerusakan tanamannya, tapi sebagian besar belum mendapat ganti rugi,” sebutnya.

Seusai berorasi di depan Mako Polres Palopo dan tak ada yang menemui, sekitar pukul 14:00 Wita, peserta aksi kemudian bergeser kantor DPR Kota Palopo.

Di kantor DPR Kota Palopo, peserta aksi menagih janji atas rekomendasi yang telah diterbitkan DPRD Kota Palopo beberapa waktu lalu kepada Polres Palopo yang dinilai hanya sebatas tulisan tanpa tindakan.

Hingga peserta aksi tersebut membubarkan diri pada pukul 15:00 Wita, terpantau langsung tak satu pun anggota DPRD menemui peserta aksi.

Sebelum meninggalkan halaman kantor DPRD, sebuah spanduk yang bertuliskan “Rekomendasi DPRD Palopo Mandul” ditempel di pintu masuk ruang musyawarah DPRD Kota Palopo.

Diketahui dalam rekomendasi DPRD Kota Palopo yang diterbitkan beberapa waktu lalu dan ditandatangani Wakil Ketua DPRD Kota Palopo, Irvan, ST berkaitan dengan tuntutan peserta aksi Aliansi Pemuda Siguntu itu, tertulis ada beberapa poin yang diantaranya,
1. Merekomendasikan Kapolres Kota Palopo agar pihaknya segerah melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan kerusakan lingkungan lahan dan lingkungan yang dilakukan oleh para pihak dalam pekerjaan proyek ruas jalan Palopo- Basse Sangtempe yang tidak mengindahkan UU No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup; Juga terkait penyelidikan dan penyidikan terkait kerusakan lahan pertanian warga Siguntu, jalan dan jembatan ke lingkungan Siguntu, Kelurahan Siguntu, Kecamatan Mungkajang yang dilalui oleh kendaraan besar milik PT. Makassar Indah saat mengerjakan pembangunan ruas jalan Palopo- Basse Sangtempe kemudian merekomendasikan kepada PT. Makassar Indah untuk bertanggung jawab sesuai dengan hasil penyelidikan dan penyidikan oleh pihak Polres Palopo sebagai mana perundang-undangan yang berlaku;
2. Merekomendasikan kepada Walikota Palopo beserta jajarannya termaksud Perusda PDAM Tirta Mangkaluku bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup melakukan uji kelayakan atas tingkat kekeruan dan pencemaran sumber air baku air PDAM akibat pengerjaan proyek ruas jalan Palopo- Basse Sangtempe.(cr1/rhm)