Proyek Hotmix Sabbang- Limbong-Seko Terancam Mangkrak, AMP Perusahaan Disegel Polisi

1824

Suasana pengerjaan proyek hotmux Sabbang-Limbong-Seko, di Lutra. –mahmuddin–

PALOPOPOS.CO.ID, MASAMBA– Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Syaipuddin Patahuddin, ST menemukan proyek bermasalah di Daerah Pemilihannya. Salah satunya, proyek pembangunan atau pengaspalan ruas jalan Sabbang-Limbong-Seko, Kabupaten Luwu Utara.

Menurut anggota DPRD Sulsel dari PKS ini, pembangunan ruas jalan Sabbang-Seko sampai saat ini belum rampung. Padahal, jangka waktu pelaksanaan sudah lewat, 28 Maret 2021. Hingga saat ini, kontraktor pelaksana belum menyelesaikan pekerjaannya walaupun telah diberikan perpanjangan waktu (kompensasi kehilangan waktu kerja) sebanyak 50 hari.

Proyek Hotmix Sabbang- Limbong-Seko Terancam Mangkrak, AMP Perusahaan Disegel Polisi

“Dari tiga perusahaan yang memenangkan tender proyek tersebut ada dua kontraktor yang belum menyelesaikan pekerjaannya dan kemungkinan terancam denda bahkan mangkrak,” ujar Andi Syaifuddin.

Adapun rekanan yang mengerjakan proyek itu sambung Petta, sapaan akrab Andi Syaifuddin, yakni PT Hospindo Internusa Jaya dengan kontrak sepanjang 9,7 Kilometer dan PT AIwonden Permai sepanjang 18 kilometer. Parahnya lagi, Asphal Mixing Plant (AMP) perusahaan ini tidak bisa beroperasi lantaran disegel pihak kepolisian Polres Luwu Utara terkait izin.

“Dapat dipastikan bahwa kedua kontraktor ini tidak bakalan mampu menyelesaikan pekerjaannya,” ujarnya.

Sebagai wakil Rakyat si dapil itu, Petta sangat prihatin dengan kondisi ini itulah sebabnya saat kunjungan kerja (Kunker) dapil pada 26-28 Maret 2021 pihaknya memfokuskan untuk mengunjungi program poros jalan Sabbang-Seko ini yang dibiayai Pemerintah Provinsi Sulsel anggaran puluhan milar rupiah ini.

“Memang banyak masalah teknis. Kondisi alam dan lain-lain yang mempengaruhi keterlambatan ini. Makanya saya berharap proyek ini bisa diselesaikan dengan baik dan berharap pihak pemprov dan kontraktor bisa duduk bersama untuk mencari solusi terbaik agar proyek ini selesai, ” harapnya.

Masyarakat Seko, kata Petta, sangat berharap jalan mereka bisa diaspal apalagi masyarakat di atas belum pernah menikmati jalan aspal. Tentu, sangat mendambakan realisasi pekerjaan ini.

“Saya juga yakin dengan adanya akses jalan yang baik menghubungkan desa terpencil akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan daerah tersebut,” pungkasnya.(mahmuddin)