Palopo Kini Zona Kuning Covid

30

* Pasien Tinggal 1, ASN Tetap Dilarang Mudik dan Gelar Open House

PALOPO — Status Kota Palopo kini berada di zona kuning penyebaran Covid-19 yang berarti rendah. Itu setelah hampir beberapa bulan terakhir terus berada di zona oranye (sedang).

Hal ini dikatakan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palopo, Dr dr Ishaq Iskandar mengatakan jumlah kasus aktif positif covid-19 berdasarkan data per Senin 19 April 2021 menyebutkan, jumlah pasien aktif tersisa 1 orang saja yang kini dirawat di RS. Saat ini, pasien menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) berkurang satu yakni sisa 1 orang. Oleh Satgas Covid-19 menyematkan zona kuning kepada Kota Palopo.

Selain itu, sebanyak delapan kecamatan di Kota Palopo nihil kasus covid-19. Delapan kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Telluwanua, Kecamatan Bara, Kecamatan Sendana, Kecamatan Wara, Kecamatan Mungkajang, Kecamatan Wara Barat, Kecamatan Wara Timur, dan Kecamatan Wara Selatan.

Hanya saja, status zona kuning ini oleh Wali Kota Palopo, Drs HM Judas Amir MH tetap mewanti-wanti dan meminta waspada, jangan lengah untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Wali Kota juga tegas melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kota Palopo untuk mudik atau bepergian keluar kota. Jika nekat, akan ada sanksinya.

Selain itu, Wali Kota juga mengimbau agar pejabat di Kota Palopo tidak menggelar open house saat lebaran nantinya. Hal ini disampaikan Wali Kota lantaran tidak ingin terjadi lonjakan kasus baru Covid-19.

“Kalau ada kaitannya dengan hura-hura, sebaiknya jangan dulu, tunda dulu, seperti open house ini,” ujar Wali Kota Palopo.
Diketahui, kalau saat ini jumlah pasien Covid-19 di Kota Palopo tersisa 2 orang dalam perawatan di RS. Sedangkan program Wisata Covid Hotel Kamanre juga telah disetop.

Hanya saja, kata Wali Kota Palopo dua periode ini, sesuai peraturan pemerintah pusat untuk pelaksanaan buka puasa bersama dan Salat Tarawih tetap dibolehkan, dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Tetapi jangan juga saat berbuka puasa nanti masih pakai maskernya, tentu tidak masuk di mulut itu,” kata Wali Kota dengan spontan yang disambut tawa sejumlah pejabat dan awak media yang hadir dalam jumpa pers di rujab Saokotae, Ahad 18 April 2021, pekan lalu, sebelum ke Makassar.

Selain itu, untuk mencegah penyebaran Covid, Wali Kota juga meminta masyarakat, utamanya ASN agar tidak mudik lebaran. Kalau toh juga ada yang mudik, tentu sanksinya ada. Hanya saja bagaimana sanksinya, itu diputuskan setelah proses pemeriksaan selesai.

“Kalau ada keluarga kita di Jawa mau pulang, telephone memang miki, tunda mi saja dulu, lain kali pi,” ucapnya. Hanya saja, Wali Kota juga tidak melarang orang untuk datang ke Palopo. Bahkan kalau bisa kasi penuh semua hotel di Palopo. Tetapi, tetap kuncinya protokol kesehatan. (rhm/idr)