Disuruh Potong Jenggot, Pelaut Makassar Tolak Gaji Rp88 Juta

532

PALOPOPOS.CO.ID, MAKASSAR– Sempat jadi perbincangan di media sosial, pelaut asal Makassar yang menolak gaji USD 6.300 per bulan atau Rp88 juta hanya karena owner perusahaan meminta potong jenggotnya ternyata diterima di perusahaan lain. Malah, pelaut ini diberikan jabatan orang pertama di bagian mesin atau Chief Engineer. Jabatan sebelumnya yang ditawarkan hanya Second Engineer.

Pelaut ini, adalah Lili Yawansar. Data dalam akun facebooknya berasal dari Makassar. Pernah belajar di STM Negeri 1 Makassar dan sekolah sebagai perwira mesin di BP3IP Jakarta.

Dalam akun FBnya, Lili mengucapkan alhamdulillah. ”Alhamdulillah janji Allah itu pasti, rejeki tertunda itu digantikan yang lebih baik. ” 2nd Eng+DP digantikan Chief Engineer,” tulis Lili.

Menurutnya, 7 April 2021 pukul 14:17 WIB, terdengar musik intro bolang dari handphone Android miliknya, tertera kode awalan +971 di layar hpnya. Massage yang masuk tersebut memberikan informasi kalau dirinya dipanggil bekerja di perusahaan Ukraina.

”Nona Hanna yang juga pemilik informasi bahwa dia URGENT sangat membutuhkan Chief Engineer tidak menunggu saya langsung menyetujui,” ujar Lili.

Sebelumnya atau Lili menolak tawaran perusahaan India yang ada di Dubai UEA. Lili menolak tawaran itu lantaran disuruh memotong jenggotnya karena katanya kondisi Indonesia lagi tidak kondusif akibat aksi teror.

Karena keyakinan agamanya bagus, Lili langsung menolak tawaran itu, sebab Lili berpendapat bahwa jenggot tidak berhubungan dengan teroris.

“Maaf Pak, dengan sangat menyesal saya menolak Job ini, tolong sampaikan ke Kumar (pemilik perusahaan) bahwa jenggot tidak ada hubungannya dengan teroris, ” tulis Lili menjawab Massage dari Perusahan itu. (mahmuddin)