Bertemu Plt Gubernur, Pengurus LPJK Pusat Dorong Sulsel jadi Tuan Rumah PON XXII 2028

10
Ketua-Bidang-Program-Monitoring-dan-Evaluasi-Lembaga-Pengembangan-Jasa-Konstruksi-Indonesia-LPJK-Sjarif-Burhanuddin

MAKASSAR – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional ( PON ) diyakini bisa mempercepat pembangunan infrastruktur, memobilisasi arus modal, dan mempercepat putaran roda ekonomi daerah.
Inilah alasan kenapa Ketua Bidang Program, Monitoring dan Evaluasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Indonesia (LPJK) Sjarif Burhanuddin, mendukung rencana Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengusulkan Makassar dan Sulsel jadi tuan rumah PON XXII tahun 2028 mendatang.
“Sulsel terakhir jadi tuan rumah PON IV saat saya belum lahir, 1957, di Mattoanging. Kini stadionnya sudah rata dengan tanah dan tahap rekonstruksi,” ujar Syarif, kepada Tribun-Timur.com, usai bertemu dengan Plt Gubernur Sulsel, Senin (26/4/2021).

PON adalah event olahraga empat tahunan.

Akhir Oktober hingga awal November 2021, PON XX digelar di 3 kota di Papua, Jayapura, Sentani, dan Marauke.
PON XXI 2024 sudah ditetapkan Komite Olimpiade Indonesia, digelar di Medan, Sumatera Utara ( Sumut ) dan Banda Aceh, Aceh.
PON I 1948 Solo, lalu PON II Jakarta 1951, dan PON III 1954 digelar di Medan, lalu Makassar.
“PON XVI Palembang 2004 membawa perubahan besar dalam infrastruktur Palembang, lalu jadi venue Asian Games 2014, mengubah lanskap infrastruktur dan jasa Palembang,” ujarnya.
Mantan Dirjen Infrastruktur Kementerian PUPR 2018-2021 ini, menyebut salah satu yang mendorong pesat perkembangan kawasan Senayan di ibukota Jakarta, karena sudah 7 kali digelar PON, dan event regional dan internasional.
“Lanskap Senayan adalah taman luas, dan kini jadi kawasan hotel, apartemen dan pusat jasa terbesar di Indonesia,” ujarnya yang dikonfirmasi bersama fungsionaris Kadin Sulsel dan pengelola jaringan hotel Anggiat Sinaga.

Ketua BPD PHRI Sulsel menyatakan dukungan.

Syarif menambahkan saat Sekda Sulsel dijabat Bakri Tandaraman (1980-an), untuk PON 19pihaknya sudah mengusulkan Sulssl menjadi calon penyelenggara PON, namun tidak terpilih.
“Kalau tak salah saat itu yang terpilih kaltim dan kembali ke Jakarta. Sulsel sangat potensi karena didukung Mamminasata.
Fasilitas OR di Mamminasata dapat mendukung kegiatan PON. Dan bisa mendapat dukungan APBN,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Syarif juga mengusulkan Stadion Matoangin di buat meseum dan patung Ramang agar menjamin bagai ciri khas Mattoanging.(int/idr)