Baznas Palopo: Berzakat Fitrah Sudah Bisa

33
Ketua Baznas Kota Palopo, H Muchtar Basir MM

* Paling Lambat Tiga Hari Sebelum Lebaran, agar Ada Waktu Mendistribusikan

PALOPO — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Palopo mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah di bulan suci Ramadan ini. Pemberian zakat pun sudah bisa dilakukan di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) terdekat, yakni di masjid-masjid sekitar rumah.

Ditemui Palopo Pos di kantor Baznas Kota Palopo di kawasan Islamic Center, Kelurahan Takkalala, Kec. Wara Selatan, Senin 19 April 2021, Ketua Baznas Kota Palopo, H Muchtar Basir MM, mengawali penjelasannya tentang apa sebetulnya zakat fitrah itu. Yakni, zakat yang wajib dikeluarkan saat bulan Ramadan.

Di luar Ramadan itu tidak ada zakat fitrah. Dimana dalam suatu hadis Rasulullah menyebutkan, zakat fitrah itu wajib ditunaikan bagi yang hidup. “Mulai tua, muda, laki-laki, perempuan, hamba sahaya, sakit, sehat, wajib dikeluarkan zakatnya oleh orang tuanya,” kata H. Muchtar Basir.

Untuk pembayaran zakat fitrah, lanjutnya, salah satu mazhab membolehkan membayar zakat fitrah mulai 1 Ramadan sampai subuh Idulfitri adalah Imam Abu Hanifah.

Khusus di Kota Palopo, Pemkot Palopo sudah melakukan rakor dengan Baznas, Kemenag, MUI, unsur ormas Islam, menetapkan besaran zakat fitrah tiga kategori. Yakni, mulai Rp35 ribu, Rp30 ribu, dan Rp25 ribu. Selain itu, ada infaq rumah tangga muslim Rp30 ribu, dan fidyah Rp20 ribu per hari per jiwa. “Fidyah ini dikeluarkan bagi umat Islam yang tidak berpuasa disebabkan ada uzur. Seperti sudah sangat tua, sakit, dan menyusui. Fidyah ini memberi makan satu orang miskin satu hari,” jelasnya.

Lantas kapan waktu afdalnya zakat fitrah ini dikeluarkan? Dijelaskan kembali, waktu yang paling afdal ya malam Idulfitri. Tetapi, paling bagus sebaiknya ada waktu untuk membagi. Misalnya, tiga hari sebelum lebaran, sehingga panitia pengumpul zakat punya waktu untuk melakukan pendistribusian zakat.

Sedangkan zakat lainnya, sambung H. Muchtar Basir, adalah zakat maal (harta) juga boleh dikeluarkan Ramadan ini, setelah memenuhi cukup syarat. Yakni haul (waktu kepemilikan) minimal satu tahun atau saat dipetik atau panen. Misal pada tanaman, haulnya itu tanaman saat dipanen.

Dimana pembayaran zakat maal ini boleh dibawa ke kantor Baznas atau menyetor ke rekening Baznas Palopo. Kalau ada musakki yang memiliki harta dan belum bisa menghitung berapa zakatnya, oleh Ketua Baznas Palopo meminta agar bisa berkoordinasi ke Baznas, nanti akan dibantu untuk menghitungkan berapa zakatnya.

Potensi Zakat

Adapun potensi zakat di Kota Palopo, kata H. Muchtar Basir, sangat besar. Di mulai dari zakat fitrah. Sesuai jumlah umat Islam di Kota Palopo sesuai data Dinas Kependudukan sebanyak 158 ribu orang. Andai kata semuanya berzakat, dengan jumlah zakat fitrah minimal Rp25 ribu, maka di dapat nilai Rp3,9 miliar.

Tetapi, untuk tahun 2020, dalam laporan Baznas, zakat fitrah yang dilaporkan masjid-masjid hanya Rp2,3 miliar. Bahkan terjadi penurunan, dimana tahun 2019 sebelum Covid, besaran zakat fitrah yang terkumpul sebanyak Rp2,6 miliar. Penurunan penerimaan ini, kata H. Muchtar Basir disalah satunya tahun lalu tidak adanya aktivitas di masjid-masjid, sehingga sosialisasi pembayaran zakat kurang.

“Tahun ini 2021, kita bekerja sama dengan mubalig dalam setiap berceramah mendorong, mensosialisasikan wajibnya mengeluarkan zakat fitrah dan maal,” kata Ketua Baznas.
Selanjutnya ada potensi zakat maal (harta) yang potensinya juga sangat besar. “Kita pernah hitung, mulai dari zakat emas dalam setahun kalau masyarakat sadar bisa mencapai Rp100 jutaan dalam setahun,” sebutnya.

Kemudian ada zakat perdagangan/perniagaan. “Di Palopo cukup besar karena pengusaha muslim cukup banyak. Tetapi, yang terkumpul belum seberapa. Hanya ada beberapa pedagang yang sudah berzakat, tidak perlu saya sebutkan siapa dan berapa zakatnya,” ujarnya.

Lalu, ada zakat profesi yang dikumpulkan dari ASN muslim Pemkot Palopo, instansi vertikal, anggota Polri, TNI, dokter dan sebagainya. Sesuai data DP2KD yang kami minta sebanyak 3.900-an orang. “Coba bayangkan potensinya, kalau dikali Rp100 ribu per bulan, maka akan terkumpul Rp390 juta per bulan, nah, kalau dikali satu tahun bisa mencapai Rp4,6 miliar,” jelasnya.

Terus, ada juga zakat pertanian. “Di Palopo masih ada sawah. Alhamdulillah tahun 2020 ada peningkatan zakat pertanian. Kalau sebelumnya hanya Rp1 juta, tahun kemarin (2020,red) sudah terkumpul Rp6 jutaan,” tambahnya.

Terakhir, zakat uang (tabungan). “Ini juga potensi besar. Disimpan di bank atau dimana, yang jelas kalau cukup nisab yang sesuai harga emas. Kalau punya tabungan di bank sudah satu tahun, jumlah tabungannya Rp90 juta, kena zakat itu 2,5 persen,” ungkapnya.

Penyaluran Zakat

Lalu, kemana zakat ini disalurkan. Khusus di Palopo disalurkan setiap tahun. Itu diputuskan lewat Rencana Kerja Tahun Anggaran. Di dalam rapat ini diputuskan target zakat, infaq yang bisa terkumpul dalam satu tahun.

Misal Rp2 miliar akan disalurkan. Di Baznas Palopo ada lima program penyaluran zakat, infaq, sedekah.
Pertama, program Palopo Cerdas. Zakat ini diberikan untuk membantu orang-orang yang menuntut ilmu tapi kekurangan biaya. Lalu, program Palopo Sehat. Zakat diberikan kepada masyarakat miskin, fakir yang butuh biaya berobat.

Terus, program Palopo Sejahtera. Zakat yang diberikan kepada mustahik, miskin yang punya kemampuan berusaha (modal usaha). “Jadi dia diberi modal untuk berusaha. Bikin warung. Soal besarannya mengikuti pemerintah yakni Rp2,5 juta,” katanya.

Lalu, program Palopo Taqwa. Diberikan bantuan kepada masjid yang membutuhkan bantuan, atau kelompok-kelompok yang membentuk TPA. “Jadi kita beri insentif guru mengajinya, terus fasilitas yang dibutuhkan seperti meja, bangku dan Alquran kita bantu. Kita sementara menyisir daerah pinggiran,” ujar H. Muchtar.

Terakhir ada program Palopo Peduli. Ini berhubungan dengan bantuan kepada mustahik yang meninggal, terus bantuan kepada korban bencana. Seperti di Battang, Masamba.
Lima program ini adalah program pendayagunaan. Bagaimana zakat bisa membangkitkan ekonomi seseorang.

“Alhamdulillah, beberapa yang dibantu, malah sekarang sudah berzakat, berinfaq. Dulunya meminta sekarang memberi. Ini setelah kita beri motivasi, kalau berzakat dan berinfaq itu bukan mengurangi harta, malah menumbuhkan harta. Bahkan Rasulullah menyebutkan bentengi hartamu dengan sedekah, zakat. Sembuhkan sakitmu dengan sedekah,” jelasnya.
Selain lima program di atas, zakat yang terkumpul juga disalurkan lewat pendistribusian.

Sebelumnya, Wali Kota Palopo HM Judas Amir mengharapkan, agar masyarakat yang memang pantas (wajib) berzakat (fitrah dan maal) agar melakukan kewajibannya itu. (idr)

Potensi Zakat di Palopo

– Zakat Fitrah : Rp3,9 M
– Zakat Maal : Rp4,6 M

Besaran Zakat Fitrah 1442H Kota Palopo

– Tertinggi Rp35 ribu, sedang Rp30 ribu, dan terendah Rp25 ribu.
– Infaq rumah tangga muslim Rp30 ribu.
– Fidyah per hari setiap jiwa Rp20 ribu.

Penyaluran Zakat Lewat 5 Program

– Palopo Cerdas
– Palopo Sehat
– Palopo Sejahtera
– Palopo Taqwa
– Palopo Peduli

Yang sudah disalurkan 2020 (1441H)
– Zakat maal : Rp1,3 M
– Infaq : Rp561 Juta

8 Asnaf (golongan) Penerima Zakat

– Fakir (Al-Fuqara)
– Miskin (Al-Masakin)
– Budak (Fir-Riqab)
– Orang yang terlilit utang (Al-Gharimin)
– Mualaf (Al-Mu’allafat-Qulubuhum)
– Fisabilillah
– Musafir (Ibnas-Sabil)
– Amil zakat (Al-‘Amilina ‘Alayha)