Pemkot Siap Bersinergi dengan BI dan Pemprov

15

* Pulihkan Ekonomi Lewat Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata

MAKASSAR, PALOPOPOS.CO.ID — Wali Kota Palopo, Drs HM Judas Amir, MH, menghadiri pembukaan Forum Pinisi Sultan Tahun 2021 dalam rangka membangun koordinasi dan sinergitas dalam pemulihan ekonomi nasional melalui jalur Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata di Sulsel yang dilaksanakan di Ballroom Lily Hotel Four Point Sheraton Makassar, Senin, 8 Maret 2021.

Forum Pinisi Sultan Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Perwakilan Bank Indonesia Sulsel tersebut, dibuka Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bersama Staf Ahli BKPM dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Jayadi Nas menyampaikan bersama dengan perwakilan Bank Indonesia kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya akan dilaksanakan dan ini adalah kegiatan pertama dilakukan di Indonesia.

Maksud kegiatan ini bagaimana Pemprov Sulsel dan kab/kota, serta Bank Indonesia berkolaborasi dalam pemulihan ekonomi baik di bidang investasi, perindustrian, perdagangan maupun pariwisata di Sulsel.

Dengan tujuan adanya sinkronisasi tujuan kerja dengan seluruh kab/kota terkait dengan percepatan investasi, promosi, penerbitan aturan, standar pelayanan serta peningkatan kapasitas SDM yang terkait dengan percepatan investasi, perindustrian, perdagangan maupun pariwisata.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov Sulsel, Budi Hanoto menyampaikan ini merupakan wujud sinergi Bank Indonesia Perwakilan Sulsel dengan Pemprov Sulsel yang mewujudkan Sulsel yang ramah investasi serta menjadi pusat industri dan perdagangan serta destinasi pariwisata berkelas dunia di Kawasan Timur Indonesia.

“Kinerja ekonomi Sulsel di Triwulan Empat 2020, ini melanjutkan sebuah perbaikan yang ditopang oleh kinerja investasi seiring dengan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” kata Budi.
Meningkatnya resiko penyebaran Covid khususnya di triwulan dua memaksa pemerintah untuk menerapkan pembatasan fisik dalam menekan laju penyebaran covid-19 yang berdampak langsung pada kinerja perekonomian.

Sulawesi Selatan memiliki ekspor yang sangat potensial ada kakao, ikan, kepiting, rumput laut dan juga rempah-rempah yang banyak diminati baik itu di eropa, amerika maupun Tiongkok.

”Sulsel merupakan penghasil kakao terbesar di Indonesia dimana kita melihat produksi nasional sebesar 45% dari Sulawesi Selatan dan dibutuhkan revitalisasi untuk mengembangkan kejayaan kakao di Sulsel,” katanya.

Adapun untuk destinasi pariwisata yang banyak diminati oleh para wisatawan asing yang datang di Sulsel yaitu di Toraja, Makasar, Bulukumba, dan Kepulauan Selayar dan Bank Indonesia ikut dengan program pemerintah Provinsi Sulsel untuk terus mengembangkan destinasi pariwisata.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, ST menyampaikan apresiasi kepada DPMPTSP Provinsi Sulsel bersama jajaran bahwa di tengah pandemi dapat melampaui target RPJMD.

”Kami meminta seluruh DPMPTSP Provinsi dan kab/kota sinergitas bagaimana menghadapi persoalan-persoalan dan kita butuh stakeholder serta seluruh jajaran vertikal bagaimana mengawal investasi di Sulsel ke depannya,” kata Andi Sudirman.

Ke depan, pihaknya berharap banyak membangun infrastruktur dan juga objek pariwisata. ”Untuk itu, mari kita berjalan bersama. Saling mengingatkan, saling support. Di mana persoalan pasti ada tapi bagaimana kita meminimalisir dan saling menjaga satu dengan lainnya,” katanya.

Adapun harapan Wali Kota Palopo, Drs HM Judas Amir MH terkait dengan sektor ekonomi, perdagangan, industri, dan pariwisata di Kota Palopo menyampaikan bagaimana terus berusaha agar segala sektor yang ada di Kota Palopo ini dapat lebih baik ke depan. Selain Wali Kota Palopo hadir, juga Kadis Pariwisata Kota Palopo Ilham Hamid, Kadis Kebudayaan Kota Palopo Karno, Kadis Perindustrian Kota Palopo Akkaseng, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palopo Wahyudin. (hms/idr)