DPC Demokrat Dijanjikan Rp100 Juta

24
KETUM Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi 33 Ketua DPD dan pengurus DPP mendatangi Kantor Kemenkumham, Jakarta, Senin (8/3) dan menyerahkan lima kontainer bukti KLB Sumut ilegal. JAWAPOS

* Cerita Fakta Pasca KLB Sumut

PALOPO, PALOPOPOS.CO.ID — Pasca digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat 5 Maret 2021, pekan lalu, menyisahkan cerita fakta. Salah satunya, tentang adanya mahar bagi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang menghadiri acara itu.
Mahar tersebut benar adanya. Disampaikan langsung Ketua Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron.

Kang Hero, sapaan akrabnya mengungkap fakta bahwa setiap DPC Partai Demokrat dijanjikan imbalan Rp100 juta untuk menyukseskan upaya kudeta Ketua Umum (Ketum) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hanya saja, uang Rp100 juta itu tidak serta-merta diberikan sekaligus, tetapi ada DP Rp30 juta, dan sisanya di arena KLB.
“Dijanjikan Rp100 juta dan sudah ada yang terdistribusi sebagai pemberian awal,” kata Hero beberapa waktu lalu.

Hero menjelaskan, hanya segelintir DPC Partai Demokrat yang sudah dijanjikan imbalan kudeta AHY dan juga terkena bujuk rayu. Partai Demokrat sudah memiliki cukup bukti akan hal itu. Di Sulsel, ada empat Ketua DPC yang dipecat tidak hormat oleh DPP, lantaran terlibat menghadiri KLB di Sumut.

Mereka adalah Andi Insan Tanri (Ketua Demokrat Kabupaten Sidrap), Andi Haeruddin (Ketua Demokrat Kabupaten Barru), Andi Muhammad Ridha (Ketua Demokrat Kabupaten Pangkep) dan H Ikrar Ikhsan (Ketua Demokrat Takalar).

Fadriaty AS, Ketua Demokrat Kota Palopo juga menuturkan, jika mahar menghadiri KLB itu benar. Hanya saja, untuk secara langsung yang menghubungi dirinya itu tidak ada. Namun, disampaikan melalui Ketua DPD I Demokrat Sulsel.

“Alhamdulillah saya tidak pernah di hubungi untuk menghadiri KLB oleh oknum, tetapi, beberapa ketua DPC yang lain di Sulsel mengaku ada yang menghubungi. Cuma lewat Pak Ketua DPD yang di hubungi dan ditawari Rp100 juta per DPC sebagai operasional awal,” ujar Enceng, sapaan akrab Anggota DPRD Sulsel ini, Senin 8 Maret 2021.
Hal sama juga dikatakan, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Luwu, Syukur Bijak.

Wakil Bupati Luwu ini mengaku tidak pernah ada yang menghubungi menghadiri KLB dengan iming-iming akan diberi Rp100 juta.
“Tidak pernah ji ada yang menghubungi saya,” pungkasnya.

Hanya Dapat Rp5 Juta

Berbeda halnya dengan Mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Kota Kotamobagu, Gerald Piter Runtuthomas memberikan kesaksian selama mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara. Dia mengakui tergiur iming-iming uang Rp 100 juta oleh penggerak KLB.

Namun kenyataannya, para peserta KLB hanya mendapatkan uang Rp 5 juta saja. Karena tak sesuai janji, para peserta KLB memberontak.
“Yang pertama dari Maluku berontak, karena tak sesuai harapan tidak sesuai iming-iming, tidak sesuai janji,” katanya dalam video yang ditayangkan DPP Partai Demokrat, Senin (8/3).

Lantas, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang juga motor KLB, M Nazaruddin turun tangan. Nazaruddin memberikan uang tambahan sebesar Rp 5 juta kepada peserta KLB yang marah.

“Kedua dari Papua mereka lakukan lagi pemberontakan tiba-tiba diamankan oleh Pak Nazaruddin begitu juga daerah lain terakhir Sulawesi Utara salah satunya saya,” lanjutnya.

“Kami memberontak karena tidak sesuai harapan tiba-tiba dipanggil dan ditambahin uang Rp5 juta oleh bapak M Nazaruddin,” ungkap Gerald.

Dia menjelaskan, awalnya mereka dijanjikan total Rp 100 juta jika mengikuti KLB meski bukan pemilik sah suara Demokrat. Dengan pembayaran awal Rp 25 juta setibanya di lokasi Kongres, kemudian Rp 75 juta dibayar belakangan.

Kenyataannya, kata Gerald, dirinya hanya diberikan Rp 5 juta di awal. Total ia hanya mengantongi Rp 10 juta dengan tambahan dari Nazaruddin.(idr)