Bocah Hanyut di Palopo Ditemukan Petani Rumput Laut, Begini Kondisinya

184

PALOPOPOS.CO.ID, PALOPO– Empat bocah yang hanyut dibawah banjir Sungai Pajalesang, dua ditemukan sudah tak bernyawa. Sementara dua rekannya berhasil diselamatkan.

Penemuan pertama Tim SAR gabungan berhasil menemukan Nurfaisah (12), salah satu dari dua anak korban hanyut terseret air banjir sungai di Pajalesang sekitar pukul 15:30 Wita.

Pada pukul 21:40 Wita, Tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian terhadap Murni (8) dan rencananya melanjutkan pencarian keesokan harinya pada pukul 08:00 Wita pagi, Senin, 08, Maret 2021.

Namun, belum sempat melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan hingga malam, terdengar kabar Murni (8) telah ditemukan sudah tak bernyawa oleh seorang petani rumput laut katonik yang berdomisili di Kelurahan Salutellue di muara Sungai Amassangan sekitar pukul 07:30 Wita.

Lurah Salutellue Eva Yani, SE saat dikonfirmasi, mengatakan, membenarkannya. Menurutnya, salah satu warganya yakni Bapak Dafa yang berprofesi sebagai petani rumput laut katonik, berhasil menemukannya sekitar pukul 07:00 Wita.

Setelah berangkat dan berada di muara, dia melihat rambut korban yang sudah mengapung di muara.

“Setelah melihat rambut, Bapak Dafa langsung menghampiri dan melihat jenazah anak itu. Kemudian dia sendiri juga yang mengangkatnya ke atas perahunya, kemudian dibawa ke tempat pelelangan ikan (TPI). Setelah sampai di TPI, warga lain juga ikut membantu mengangkat jenazah anak itu kemudian salah satu warga menelpon aparat kepolisian. Setelah aparat kepolisian tiba bersama Tim SAR, Bapak Dafa kembali lagi untuk panen katoniknya,” kata Eva.

Jenazah ditemukan di Muara sungai dan laut di wilayah RT05/RW03 Salotellue.

Setelah diambil alih oleh Tim Basarnas, jenazah kemudian dibawa ke rumah orang tuanya di RT05/RW01 di luar Kompleks Cempaka, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Kota Palopo. (riawan junaid)