Wali Kota Saksi MoU ATI Dewantara – BBHIP

17
Wali Kota Palopo, HM Judas Amir menyaksikan penandatanganan MoU antara ATI Dewantara dengan Kepala BBHIP Makassar di Aula ATI Dewantara Jl. KH Akhmad Razak, Palopo, Selasa, 16 Februari 2021. --ft: ikhwan/palopopos--

PAJALESANG, PALOPOPOS.CO.ID — Direktur Akademi Teknik Industri (ATI) Dewantara Palopo, Dr Sauedi MSi meneken kerja sama dengan Kepala Balai Besar Hasil Industri Perkebunan (BBHIP) Makassar, Tirta Wisnu Permana di Aula ATI Dewantara Jl. KH Akhmad Razak, Palopo, Selasa, 16 Februari 2021.

Penandatanganan disaksikan Wali Kota Palopo, Drs HM Judas Amir MH. Kerja sama ini mengenai penyusunan kurikulum pendidikan vokasi, pengembangan teknologi, dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Wali Kota dalam sambutannya antara lain menyampaikan, perkembangan industri kecil di Kota Palopo tidak bisa dibendung. Dan itu lahir dengan sendirinya. Peran pemerintah untuk membina Industri Kecil dan Menengah (IKM). Salah satunya membantu IKM mendapatkan sertifikasi halal.

Terkait keberadaan ATI Dewantara, Wali Kota bantuan pendidikan vokasi dari ilmuan untuk pengembangan industri. Seperti dilakukan Judas Amir pada periode pertamanya, membuat program vokasi yang hasilnya sudah mendunia. Yakni mengkader 500 ratusan pemuda jadi pelaut.

”Sekarang sudah berhasil, sudah banyak yang bekerja diluar negeri. Bahkan pemerintah pusat juga membuat program sama, melatih 45 ribu calon pelaut,” terang Judas.

Sementara Dr Suaedi mengatakan, melalui kerja sama ini, dosen dan mahasiswa ATI Dewantara akan mendapatkan pelatihan pengolahan industri perkebunan di BBHIP Makassar. Sehingga mahasiswa yang kuliah di ATI, tak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan tentang industri. Tapi lebih dari itu, mendapatkan keterampilan kerja industri sebagai bekal untuk terjun ke dunia kerja.

Sebelumnya, Tirta Wisnu menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memang memerlukan biaya tinggi. Dan itu susah dilakukan sepenuhnya pihak swasta. Mengingat, kurikulum vokasi memiliki porsi 70 persen praktik kerja dan 30 persen teori.
Di Indonesia, satu mesin praktik dikeroyok 20 orang. Sedang di Jerman, satu mesin hanya dipakai dua orang. Hal ini masih menjadi kendala, hingga Pemkot Palopo diharapkan menjadi mitra strategis ATI Dewantara, termasuk BBHIP Makassar.(ikh)