Pemkab Janji Rp25 Juta per Rumah

21
Bupati Luwu, Dr H Basmin Mattayang menyerahkan bantuan sembako kepada korban bencana puting beliung di Kantor Camat Latim, Luwu, Senin, 22 Februari 2021. --ft: kahariting/palopopos--

* Yang Rusak Berat akibat Puting Beliung di Lamasi Timur

WALMAS— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu menjanjikan bantuan Rp25 juta bagi warga yang rumahnya rusak berat akibat bencana angin puting beliung di Desa Salupao, Kecamatan Lamasi Timur (Latim), Luwu. Sedang rusak ringan Rp5 juta.

Hal tersebut terungkap pada tatap muka Bupati Luwu, Dr H Basmin Mattayang dengan korban puting beliung di Kantor Camat Latim, Senin, 22 Februari 2021.

Pada pertemuan ini, Bupati didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Luwu H Sofyan Thamrin, Kepala Pelaksana BPBD Luwu Rahman Mandaria, Kadis Sosial Luwu Masling Malik, Kasatpol PP Andi Iskandar, Camat Latim Muliyanto Taro SSos, dan lainnya.

Sesuai data Pemkab Luwu, bencana yang terjadi pada 16 Februari 2021 tersebut, mengakibatkan satu orang meninggal dunia, satu luka berat, dan lima luka ringan. Juga menyebabkan 78 rumah rusak yang terdiri 28 kategori rusak besat, termasuk rata tanah dan 50 kategori rusak sedang/ringan. Jumlah korban yang mengungsi sebanyak 199 Kepala Keluarga (KK).

Dalam kunjungan ini, Bupati yang baru-baru ini dinobatkan sebagai lulusan doktoral terbaik UNM, menyerahkan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) terhadap korban bencana. Ia juga menyatakan, bantuan kemanusiaan kepada para korban bencana akan terus dilakukan hingga hunian yang mengalami kerusakan selesai dikerjakan dan siap untuk dihuni kembali.

“Jadi jangan ki khawatir. Sampai semua hunian selesai dikerjakan dan telah siap digunakan, bantuan akan terus dilakukan,” tegas Basmin.

Terkait bantuan hunian bagi mereka yang mengalami dampak, Kadis Perkim Sofyan Thamrin mengatakan, rumah yang mengalami kerusakan berat akan dibantu biaya sebanyak Rp25 juta. Sedangkan yang mengalami rusak ringan sebanyak Rp5 juta.

“Iya, jadi ad 28 rumah yang rata tanah akibat puting beliung, akan dibantu Bupati dengan nilai Rp25 juta/rumah,” kata Camat Latim, Muliyanto Taro SSos, kepada Palopo Pos, siang kemarin.

Sedang untuk korban yang rumahnya rusak kategori sedang dan ringan, terlebih dulu akan dilihat berdasarkan volume kerusaknnya.

“Kalau tidak salah Rp5 juta per rumah, karena memang kerusakannya hanya sedikit. Seperti atap seng yang rusak serta dinding yang rusak. Beda dengan 28 rumah yang rata tanah, sekarang pemiliknya tinggal di keluarga dan tetangga,” jelasnya.

Muliyanto Taro, menambahkan, 28 rumah yang kondisinya rusak berat, sudah diusulkan ke dinas terkait untuk mendapatkan Hunian Tetap (Huntap). “Usulannya sudah ada di Tata Ruang dan Pemukiman Luwu, kemudian akan direkomendasikan Dinsos Sulsel ke Kementerian Sosial di Jakarta,” tandasnya. (ded-fan/ikh)