Palopo Masuk Siaga Bencana

34
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo, Antonius Dengen

*Peringatan Dini BMKG

MUNGKAJANG, PALOPOPOS.CO.ID — Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini siaga bencana untuk daerah di Sulsel. Termasuk Kota Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Peringatan dini siaga bencana ini berlaku 22 Februari 2021 mulai pukul 07.00 Wita hingga 23 Februari 2021 pukul 07.00 Wita. Dari rilis tersebut, ada 24 kabupaten/kota 17 daerah dengan status siaga bencana.

Menanggapi hal ini, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) mengaku telah mengambil berbagai upaya ataupun langkah-langkah antisipasi dampak buruk dari bencana alam sejak awal musim penghujan.

“Saya kira bukan sekarang aja. Jadi di awal musim penghujan kita sudah melakukan apel siaga. Itu di tingkat provinsi dan ditindaklanjuti oleh tingkat kabupaten/kota,” ucap Nurdin.
Tambahnya, pemerintah selain akan melakukan antisipasi. Juga sekaligus mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang dapat terjadi.

“Insya Allah kita berdoa, namanya ini masih ramalan, mudah-mudahan ini bisa lewat. Tanpa terjadi cuaca ekstrem. Karena kalau itu benar, memang namanya hujan turunnya seminggu diturunkan sehari, kita berdoalah mudah-mudahan kita bisa menghadapi ini,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo, Antonius Dengen mengimbau seluruh masyarakat Kota Palopo agar berhati-hati saat musim hujan.
“Curah hujan di Kota Palopo tinggi, saya imbau masyarakat agar berhati-hati terlebih di daerah yang rawan longsor dan banjir,” kata Antonius kemarin.

Ia menambahkan, tak hanya daerah yang rawan longsor namun daerah yang tidak rawan longsor dan banjir pun harus waspada.
“Jadi imbauan ini diberikan kepada seluruh masyarakat Kota Palopo pada seluruh kelurahan di sembilan kecamatan. Kalau ada informasi longsor maupun banjir mohon segera beritahu kami (BPBD),” ucapnya.

Mantan Kepala Dinas PUPR Kota Palopo ini menyebutkan, titik-titik rawan tersebut yakni terdiri dari titik banjir yang berada di Kecamatan Telluwanua, meliputi Kelurahan Jaya, Pentojangan, dan Salubattang), Kecamatan Wara meliputi Kelurahan Amassangan, Pajalesang, dan Tompotikka, Kecamatan Wara Timur meliputi Kelurahan Surutanga dan Salutellue, Kecamatan Salobulo meliputi Kelurahan Salobulo dan Balandai.

Untuk titik Tanah Longsor meliputi Kecamatan Telluwanua meliputi Kelurahan Pentojangan dan Mancani, Kecamatan Wara Barat meliputi Kelurahan Lebang, Battang, dan Battang Barat, Kecamatan Mungkajang meliputi Kelurahan Latuppa, Kambo, dan Murante, Kecamatan Sendana meliputi Kelurahan Peta).

Sedangkan untuk titik Angin Puting Beliung meliputi Kecamatan Wara Timur meliputi Kelurahan Surutanga, dan Salutellue, Kecamatan Wara Utara meliputi Kelurahan Salobulo dan Sabbamparu, serta Kecamatan Wara Barat meliputi Kelurahan Battang dan Battang Barat.

”Personil yang kami terjunkan dalam patroli siaga yakni 28 orang yang merupakan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD,” sebut Anthonius Dengen kemarin.(rhm)