Nikmatnya Kapurung Disantap Saat Musim Hujan

41

MAKASSAR — Namanya tak setenar Coto Makassar atau Sop Konro. Meski begitu, kudapan satu ini masuk dalam jajaran makanan primadona di Sulawesi Selatan.

Travellers, jika Anda mengunjungi Sulsel, kurang berkesan rasanya jika tidak ikut merasuk dengan adat dan kebudayaan penduduk asli setempat.

Santapan sehari-hari mereka patut dicoba dan dianalisa baik dari segi rasa, komposisi bahan, maupun alasan masyarakat setempat menyukai makanan tersebut. Apalagi disaat musim hujan sekarang ini.

Namanya Kapurung. Adalah makanan berbahan baku sagu yang tergolong sehat karena disajikan bersama dengan sayur-sayuran hijau. Makanan ini berasal dari Tana Luwu, Sulawesi Selatan.

Di Luwu Raya, lebih dari 52% masyarakat mengonsumsi sagu sebagai sumber karbohidrat utama. Dimana pohon sagu tumbuh subur di sana.

Bahan pokok ini kemudian diramu sedemikian rupa hingga menghasilkan makanan yang disebut kapurung. Kuah kuning kapurung memiliki cita rasa asam yang menyegarkan.

Dari segi penampilan, kapurung mengingatkan kita pada papeda, makanan khas Papua yang juga berbahan baku sagu.

Sayuran yang dicampurkan pada kapurung antara lain kacang panjang, tomat, bayam, terong, jagung, dan yang paling unik adalah jantung pisang, dan yang memberikan aroma wangi adanya rempah dari buah Patikala. Sementara sumber proteinnya bisa berasal dari ikan, udang, daging sapi, dan ayam.

Ketika menyantap bola-bola sagu, ada sensasi berbeda yang pecah didalam mulut. Tekstur aneka sayur, ayam, dan ikan yang agak kasar berbaur dengan bola sagu yang kenyal.

Saat kita menguyahnya secara bersamaan, bola-bola sagu melepaskan diri dan tergelincir masuk ke dalam tenggorokan bersamaan dengan sari ikan yang gurih. (fjr/idr)