Lutra Status Siaga Banjir

25
ILUSTRASI

*BMKG Keluarkan Peringatan Dini

MASAMBA, PALOPOPOS.CO.ID — Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini siaga bencana untuk daerah di Sulsel, termasuk Luwu Utara.
Peringatan dini siaga bencana ini berlaku 22 Februari 2021 mulai pukul 07.00 Wita hingga 23 Februari 2021 pukul 07.00 Wita. Dari rilis tersebut, ada 24 kabupaten/kota 17 daerah dengan status siaga bencana.

Menanggapi hal ini, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) mengaku telah mengambil berbagai upaya ataupun langkah-langkah antisipasi dampak buruk dari bencana alam sejak awal musim penghujan.

“Saya kira bukan sekarang aja. Jadi di awal musim penghujan kita sudah melakukan apel siaga. Itu di tingkat provinsi dan ditindaklanjuti oleh tingkat kabupaten/kota,” ucap Nurdin.
Tambahnya, pemerintah selain akan melakukan antisipasi. Juga sekaligus mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang dapat terjadi.

“Insya Allah kita berdoa, namanya ini masih ramalan, mudah-mudahan ini bisa lewat. Tanpa terjadi cuaca ekstrem. Karena kalau itu benar, memang namanya hujan turunnya seminggu diturunkan sehari, kita berdoalah mudah-mudahan kita bisa menghadapi ini,” harapnya.

Kalaksa BPBD Luwu Utara, Muslim Muhtar mengatakan Gubernur Sulsel meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dengan memantau kondisi terkini lapangan dan menyebarkan informasi peringatan (curah hujan, tinggi muka air) dan potensi wilayah terdampak. Selain itu, pemerintah daerah diminta melakukan koordinasi dengan stakeholder dalam penyiapan tim siaga bencana dan sumberdaya.

“Tak hanya itu, pemerintah daerah juga diminta untuk mengidentifikasi tempat pengungsian, termasuk infrastruktur pengungsian sesuai protokol kesehatan; mengidentifikasi kebutuhan logistik dan peralatan; memastikan alat peringatan dini berfungsi dengan baik; serta memastikan ketersediaan rambu dan jalur evakuasi,” jelas Muslim.

Bagaimana dengan masyarakat. Masyarakat diminta untuk dapat mengambil langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dengan cara menyiagakan tim siaga bencana untuk memantau kondisi terkini lapangan, melakukan koordinasi dengan aparatur desa, dan mempersiapan evakuasi. Masyarakat juga diminta menyimpan barang penting ke tempat aman, dan membatasi aktivitas di luar rumah.

“Jika masyarakat berada di luar rumah tolong hindari pohon besar, baliho, dan saluran air atau gorong-gorong. Siapkan tas siaga yang berisi makanan, minuman, obat, uang, pakaian, dokumen berharga dan lain-lain, serta jangan lupa tetap disiplin menegakkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, ,mencuci tangan dengan sabun. Setelah itu, kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar kita semua senantiasa diberi perlindungan dan terhindar dari segala macam bencana,” pungkas Muslim.(jun/rhm)