Komisi I akan Temui Gubernur Sulsel

52
Nur Alam Ta'gan (Anggota DPRD Luwu).

* Pertanyakan Janji Ajukan Diskresi ke Presiden

BELOPA, PALOPOPOS.CO.ID— Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu, mengagendakan untuk menemui Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Adullah di Makassar. Mereka akan mempertanyakan komitmen Prof Andalan memperjuangkan Walmas diusulkan menjadi Daerah Otonom Baru(DOB) Luwu Tengah.

“Kami sudah jadwalkan untuk menemui Gubernur Sulsel untuk mempertanyakan komitmen dan janji Bapak Gubernur untuk mengusulkan pembentukan ke Luteng lewat diskresi ke Gubernur Sulsel,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Luwu, Nur Alam Ta’gan SFil yang ditemui Palopo Pos di ruang kerjanya, Senin, 22 Februari 2021.

Nur Alam mengatakan, Komisi I DPRD Luwu ingin mengetahui sejauhmana janji Gubernur Provinsi Sulsel, dimana Gubernur Sulsel dan Bupati Luwu pernah bersepakat untuk mengajukan diskresi (kebebasan atas penentuan nasib sendiri) untuk pembentukan DOB Luteng.

“Janji Gubernur Provinsi Sulsel pada akhir 2019 lalu menyatakan, akan mengajukan diskresi ke Presiden RI Joko Widodo untuk pembentukan Kabupaten Luwu Tengah. Tetapi sudah berjalan dua tahun ini, kami belum tahu sejauhmana progress dari komitmen tersebut, makanya kami akan mempertanyakan langsung ke Gubernur Sulsel,” ungkap Nur Alam.

Senada hal itu, Anggota Komisi I DPRD Luwu asal Walmas, Anton, mengatakan, pihaknya juga meminta dalam rangka percepatan pelayanan publik di Walmas, dengan harapan untuk menghadirkan DOB, pihaknya meminta Bupati Luwu selaku Pemerintah Kabupaten Luwu, agar Ibu Kota Kabupaten Luwu dipindahkan saja di wilayah Walmas (Kecamatan Walenrang).

“Kami anggota DPRD Luwu Dapil Walmas di Komisi I, dalam kesempatan ini meminta kiranya Ibu Kota Kabupaten Luwu dipindahkan saja dari Belopa ke Walenrang. Disamping untuk memudahkan pelayanan publik, ini juga kita harapkan bisa mendorong percepatan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah yang sampai hari ini belum ada kepastian,” kata Anton.

Untuk diketahui, Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah saat menghadiri Focus Group Discussion Program Prioritas tiga daerah di Luwu, di Palopo pada bulan November 2019, menyatakan, pemekaran enam kecamatan di Walmas menjadi daerah otonom baru bernama kabupaten Luwu Tengah.

Waktu itu Gubernur Sulsel menyatakan dirinya bersama Bupati Luwu Basmin Mattayang bakal meminta deskresi Presiden RI, Jokowi untuk memekarkan Luteng karena hal itu merupakan kebutuhan masyarakat yang diketahui saat ini sangat jauh dari Ibukota Belopa sebagai pusat pelayanan publik, bahkan melewati 1 Kota otonom yaitu Palopo.

“Saya dengan Bupati sepakat untuk meminta diskresi presiden supaya Luwu Tengah ini bagaimana caranya bisa dimekarkan supaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” terang Nurdin kala itu. (and/ikh)