Ketua PDIP Torut Laporkan Oknum Perusak Hutan Lindung ke Polres

1273

Ketua DPC PDIP Toraja Utara Samuel Matasak bersama Ketua Pembina DPC PDIP Kalatiku Paembonan dan Wakil Ketua dan Sekretaris ,saat melaporkan oknum perusak hutan lindung pongtorra’, Senin,22 Februari 2021. –albert tinus–

PALOPOPOS.CO.ID, RANTEPAO- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Toraja Utara , mengadukan oknum perusakan pohon di daerah hutan lindung Pongtorra’ Lembang Kapalapitu, Kecamatan Kapalapitu, ke Mako Polres Toraja Utara, Senin,22 Februari 2021.

Adapun yang datang melaporkan oknum perusakan hutan lindung Pongtorra ‘ adalah Ketua DPC PDIP Torut Samuel Matasak bersama pengurus lainnya didampingi Ketua Pembina PDIP Torut Kalatiku Paembonan dan diterima langsung Kapolres Toraja Utara AKBP.Yudha Wirajati S.IK ,MH dan jajarannya.

Usai melaporkan oknum perusakan hutan lindung di Pongtorra’ Ketua DPC PDIP Toraja Utara Samuel Matasak mengatakan Hari ini kami dari DPC PDIP Toraja Utara membuat laporan soal pengrusakan hutan lindung di Pongtorra’ yang ada di Kecanatan Kapalapitu Kabupaten Toraja Utara .

“Kami melaporkan karena hutan lindung itu telah dirusak oleh oknum-oknum dan keadaannya memang sudah parah. Kami sangat prihatin, makanya waktu hari ulang tahun PDIP bersama hari ulang tahun ibu Megawati sebagai ketua Umum ,PDIP seluruh Indonesia mengadakan gerakan menanam pohon ,mencintai lingkungan dan kami arahkan titik lokasi waktu itu di hutan pongtorra’ yang sudah dirusak oleh oknum- oknum yang punya keentingan di situ, ujar Samuel Matasak bernada kesal .

Lanjut Ketua DPC PDIP Toraja Utara yabg juga Anggota DPRD Torut ini mengatakan, waktu itu pihaknya sudah melaporkan ke Gubernur.

” Pak Gub menurunkan Tim waktu itu sebenarnya untuk meminjau lokasi. Dan, ternyata yang rusak itu hutan lindung karena dari provinsi menentukan titik-titik koordinat hutan lindung .Trnyata, memang lokasi itu adalah hutan lindung ,dan berkembang terus sampai hari ini,” katanya .

“Setelah kami melakukan penanaman pohon, ternyata oknum-oknum di situ itu melakukan pencabutan-pencabutan bibit yang kami sudah tanam. Terus berapa minggu yang lalu di situ adalagi bangunan-bangunan darurat dibikin. Itu yang membuat prihatin kita. Maka saat ini kami dari DPC PDIP Toraja Utara bersama dengan Tim Hukum mendatangi Polres Toraja Utara untuk mrlaporkan kejadian tersebut,” tegas Samen sapaan akrabnya .

Samuel Matasak juga berharap mudah-mudahan laporannya ini bisa diproses lebih lanjut demi keselamatan hutan pongtorra’ yang kita tahu bersama adallah hutan lindung yang perlu kita jaga kelestariannya. Karena, hutan lindung pongtorra’ itu adalah sumber air dari masyarakat kapalapitu yang kita kenal saat ini negeri di atas awan yang memjadi ikon Pariwisata Kabupaten Toraja Utara .

“Kita bisa bayabgkan kalau daerah pariwisatanya tidak punya sumber air tentunya kan tidak akan perna menjadi tempat tujuan wisatanya baik lagi kedepan , semoga dengan pelaporan ini akan ada tindak lanjut dari kepolisian untuk menjaga hutan lindung pongtorra’ kembali menjadi hutan lindung untuk menjaga kelestarian alam Toraja Utara,” kunci Samuel Matasak .(albert timus)