Janda Muda Jual ABG ke “Om-om”, Salah Satu Pelanggannya Mantan Caleg DPRD Palopo

2746

PALOPO, PALOPOPOS.CO.I — Kasus trafficking (penjualan orang) pada anak kepada pria “hidung belang” meresahkan sejumlah warga Kota Palopo.
Berdasarkan informasi yang diterima Palopo Pos pada, 23 Januari 2021, lalu, sekira pukul 19:00 Wita, dimana seorang warga Kecamatan Wara, Kota Palopo, telah dilaporkan atas kasus penjualan seorang gadis usia 13 tahun ke Polres Palopo.

Terduga pelaku inisial MIP (27) dilaporkan tetangganya. MIP diketahui seorang janda muda (27) dua anak. Sejak dilaporkan, Sabtu 23 Januari lalu di Mapolres Palopo, MIP hingga kini belum juga berhasil ditangkap.

Sementara informasi yang berhasil Palopo Pos di lapangan, seperti saat mengunjungi kediaman korban yang juga berada di Kecamatan Wara, Kota Palopo, yang kebetulan antara rumah korban dengan terlapor hanya berjarak kurang lebih 50 meter.
Karena masih dalam kondisi trauma, korban yang diwakili oleh Sindi selaku Tante korban. Kepada Palopo Pos, Sindi bercerita panjang lebar tentang pengakuan keponakannya itu kepada dia.

Awal mula kasus tersebut terungkapnya, dimulai dengan pertengkaran antar korban dengan MIP soal uang yang kurang diterima korban. Tanpa sadar MIP mengancam korban akan membuka aibnya yang dampaknya akan berbuntut panjang.

Mendengar perkataan MIP, Tante korban, Sindi kemudian bertanya ke MIP aib apa yang kau maksud? Setelah ditelusuri dan timbul kecurigaan hal aneh telah diperbuat MIP kepada keponakannya. Sindi lalu bertanya langsung ke keponakannya (korban).

“Kecurigaan saya itu terbukti setelah keponakan saya itu saya suruh jujur. Dan ternyata, sudah tujuh kali keponakan saya diajak keluar oleh MIP dan dijual ke om-om,” kata Sindi dengan nada kesal saat ditemui di kediamannya, Senin 15 Februari 2021, lalu.

Sindi yang ditemui di kediamannya saat itu juga ditemani paman korban. Dengan kondisi masih tak terima keponakannya diperlakukan oleh tetangganya sendiri yang sudah dianggap sebagai keluarga, ternyata telah tega menjual keponakannya yang sangat polos ke “om-om”. “Orang yang sudah kami anggap sebagai keluarga itu, ternyata tega menjual ponakan kami. Tidak hanya sekali tapi sudah tujuh kali ponakan kami itu dijual ke om-om,” sebut Sindi.

Disebutkan pula oleh Sindi, MIP selama ini kerap menitip anak keduanya yang umurnya belum cukup setahun dirumahnya dan dijaga oleh korban.

Dalam kasus penjualan anak tersebut, selain MIP yang dilaporkan sebagai mucikari yang menjual korban, disebutkan pula oleh Sindi nama om-om yang selama ini dianggap kerjasama dengan MIP.

“Ponakan saya itu dijual oleh MIP ke JT,” ungkap Sindi menirukan pengakuan korban.

Pengakuan korban sendiri kepada tantenya, dikatakan peristiwa tersebut terjadi pertamakali Agustus 2019 di sebuah kamar tempat wisata permandian di Kota Palopo dan terakhir MIP mengajak ponakan saya ketemu JT pada Agustus 2020 di sebuah Cafe yang ada di bukit Lebang. Belakangan diketahui JT ini mantan Caleg DPRD Palopo.

“Sudah enam kali ponakan saya disetubuhi oleh JT dan yang pertama waktu di kamar tempat wisata permandian, ponakan saya didorong oleh MIP untuk masuk ke dalam kamar yang didalamnya saat itu sudah ada JT. Saat sudah ada didalam kamar, mulut ponakan saya di Sumbar supaya tidak teriak.

Sementara yang terakhir atau yang ketujuh itu terjadi di Cafe bukit yang ada di Lebang dan ponakan saya saat itu dijanji akan diberi uang sebesar Rp1 juta oleh JT namun saat hendak digauli, ponakan menolak dan tidak terjadi apa-apa. MIP yang mengetahui hal tersebut, sempat marah kepada ponakan saya,” tutur Sindi mengutip pernyataan ponakannya.

Setelah mendengarkan pengakuan korban yang diwakili oleh tantenya, awak media yang mencoba menyambangi kediaman dua orang yang disebutkan oleh korban kepada tantenya itu namun, setiba dikediaman kedua orang tersebut, baik itu MIP atau JT, diketahui sudah tidak ada di kediaman mereka masing-masing.

Di depan rumah kediaman MIP sendiri saat itu, hanya ditemui para tetangganya yang sedang asik main kartu dan menyebutkan bahwa MIP sudah hampir sebulan tidak lamanya tidak kembali ke rumahnya. Sementara kediaman JT sendiri, yang ditemui saat itu hanya ada keluarganya yang hendak keluar Saat ditanya “apakah bapak JT ada” terus dijawab “tidak ada”.(riawan)