Dua Kali Vaksin Covid-19, Ini yang Dialami Kasi Intel Kejari Palopo

231

PALOPO–Akhir-akhir ini, marak terdengar hingga trending topik di media massa, mengenai sejumlah orang yang seteah di vaksin, kemudian meninggal dunia.
Terkait dengan itu, beberapa orang pula yang telah di vaksin dua kali, justru keadaannya seperti ini.
Salah satunya, Kasi Intel Kejari Palopo, Heru Rustanto SH.
Ditemui Palopo Pos, di ruang kerjanya, Heru, begitu panggilan akrabnya, langsung menanggapi adanya vaksinasi dua kali yang ada ditubuhnya saat ini.
Pria yang tak pernah lepas dari kaca mata itu, menegaskan, justru tubuhnya saat ini, lebih baik dari sebelumnya.
Dia mengku, awalnya saat vaksin covid-19 buatan Sinovac itu, pertama di suntikan ke tubuhnya, memang ada sedikit rasa ketakutan. Namun, ketakutan itu, mampu dibayar mahal setelah seminggu di vaksin imun tubuhnya justru makin kuat.
Disitulah dirinya yakin, bahwa di saat pandemi seperti ini, setiap warga perlu mendapatkan perlindungan kesehatan, yakni vaksin.
Apalagi, Heru, juga sudah menjalani rapid dan hasilnya negatif.
“Disini saya ingin meluruskan bahwa, mati itu urusan Sang Pencipta (Tuhan), tapi perlu diketahui saya sudah dua kali di vaksin, dan alahmdulillah, keadaan saya sampai hari ini, sehat dan bugar. Jadi apa yang say sampaikan ini, kiranya bisa mengobati rasa kekawatiran masyarakat, terutama yng sudah menjalani dua kali vakisn,” kata Heru, Senin, 22 Februari 2021.
Ditanya, mengapa proses penyuntikkan harus dilakukan dua kali pada setiap penerima, jawabnya, agar dapat memastikan vaksin tersebut efektif dalam membentuk antibodi.
Dia menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini bersifat inactivated atau mati sehingga tidak dapat berkembang biak. Namun, bukan berarti jika sudah disuntik sekali, maka tidak akan tertular virus Corona.
Pada jeda antara vaksin pertama dan kedua, masih kata Heru, penerima vaksin harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan karena antibodi belum secara penuh terbentuk.
“Jangan sampai berpikir orang sudah sekali vaksin lalu sudah aman, lalu tidak menerapkan 3M lagi. Belum vaksin kedua, dia sudah tertular,”jelasnya.
Proses penyuntikkan, tambah Heru, juga tidak dapat dilakukan dalam satu kali dengan menggunakan dua dosis sekaligus.
Menurutnya, suntikan vaksin Covid-19 harus dilakukan secara bertahap.
“Pembentukan pertama karena ini vaksin mati, dia butuh dua kali vaksin supaya antibodinya bisa sekaligus. Sistem imun tidak bisa disuntik dua dosis sekaligus,” terangnya.
Jika dipaksakan penyuntikan dua dosis dalam satu kali suntik, imbuhnya, dapat berakibat munculnya efek samping. “Tunggu 2 minggu, 3M tetap kita pakai. Nanti antibodi akan full setelah dua kali suntik atau full dozed. Kami di Kejaksaan jug telah ditekankan kepada Jaksa Agung, agar mendukung sepenuhnya vaksin di Indonesia,” pungkasnya.(kahar iting)