Warga Bakal Ditegur Dengan Cara Push Up

10
Personil Polres saat menemukan salah seorang pengendara tidak mematuhi protkes dengan tidak menggunakan masker. Kedepan Polres akan menindak pelanggar dengan cara Push Up

*Jika Ditemukan Melanggar Protkes

MALILI–Polres Luwu Timur bakal melakukan kegiatan Operasi Yustisi dalam rangka penegakan Disiplin Protokol Kesehatan terhadap Wargadi Luwu Timur.

Mereka akan memberikan ganjaran berupa teguran lisan hingga push up bagi warga yang membandel.

Hal itu dilakukan lantaran kasus Covid-19 di Luwu Timur terus meningkat setiap harinya. Peran kepolisian dalam memutus penyebaran Covid-19 akan dilakukan tanpa henti hingga di seluruh polsek jajaran Polres Lutim. Menurut Kapolres Luwu Timur, AKBP Indratmoko S.ik, kepada media, Selasa 12 Januari 2021

,Personel akan melaksanakan operasi yustisi dengan sasaran masyarakat yang tidak mematuhi prokes seperti tidak memakai masker dan berkerumunan.

“Dalam kegiatan operasi yustisi ini ada 2 kegiatan yakni secara mobile dan stasioner, semua yang dilakukan itu bertujuan baik dalam rangka menjaga penyebaran covid-19 khususnya di kabupaten luwu timur,”Kata Kapolres.

Jika dalam operasi yustisi yang dilaksanakan personel menemukan masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protocol kesehatan personel akan memberikan tindakan berupa himbauan atau teguran secara lisan hingga tindakan fisik berupa push up.

Pihaknya akan membentuk personil sebanyak 7 kelompok yang kemudian di sebar pada lokasi yang telah di tentukan seperti Pasar, Terminal, Warung Makan, Toko Perbelanjaan, TPI Malili, SPBU dan tempat tempat umum lainnya.

“Bagi masyarakat yang terjaring razia operasi yustisi ini akan diberikan sanksi berupa teguran lisan dan tindakan fisik. Tindakan tersebut untuk menyadarkan masyarakat agar pentingnya menjaga kesehatan supaya terhindar dari virus corona saat ini,’’Lanjutnya.

Kegiatan operasi ini akan terus di tingkatkan agar penyebaran covid-19 menurun.

Diharapkan tingginya operasi displin yang dilakukan ini bisa semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan mematuhi protocol kesehatan.(krm/ald)