Update Gempa Majene-Mamuju: Sudah 8 Orang Meninggal, Ratusan Luka-luka, Kantor Gubernur Roboh, Hotel Maleo Terbelah, dan Mall Rusak Berat

255
Maleo Hotel terbelah akibat gempa.

PALOPOPOS.COI.ID, JAKARTA– Jumlah korban atas gempa yang terjadi di Majene-Mamuju, terus bertambah.

Berdasarkan informasi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan informasi, kalau hingga Jumat, 15 Januari 2021 pukul 12.10 Wita, tercatat delapan orang meninggal dunia dan 637 orang luka-luka akibat gempa. Masih ada juga yang masih tertimbun bangunan yang roboh.

Selain itu terdapat 16.000 orang mengungsi. Kemudian, ada 10 titik pengungsian di antaranya Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua.

Desa itu tersebar di di Kecamatan Ulumanda, Kecamatan Malunda, dan Kecamatan Sendana.

Update Gempa Majene-Mamuju: Sudah 8 Orang Meninggal, Ratusan Luka-luka, Kantor Gubernur Roboh, Hotel Maleo Terbelah, dan Mall Rusak Berat
Mall yang ditempati Matahari juga rusak parah akibat gempa.

Untuk kerugian materil di Kabupaten Mamuju yaitu gempa mengakibatkan kerusakan di Hotel Maleo rusak berat, Kantor Gubernur Sulbar rusak berat, rumah warga rusak (pendataan), RSUD Mamuju rusak berat, 1 unit minimarket rusak berat, termasuk Bank Bukopin yang rata dengan tanah.

Tiga tempat yang favorit di Mamuju kondisi memprihatinkan. Toserba Family dari dua lantai jadi satu lantai. Hotel Maleo nyaris terbelah, dan Matos serta Matahari, begitu menyedihkan, karena retak-retak.

Update Gempa Majene-Mamuju: Sudah 8 Orang Meninggal, Ratusan Luka-luka, Kantor Gubernur Roboh, Hotel Maleo Terbelah, dan Mall Rusak Berat
Bank Bukopin yang rata dengan tanah akibat gempa yang terjadi, Jumat, 15 Januari 2021 dinihari.

Kemudian, jaringan listrik padam, dan komunikasi selular dikabarkan terputus-putus atau tidak stabil. Selain itu, terjadi juga longsor di 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus). Kemudian 300 unit rumah rusak (Pendataan), 1 unit Puskesmas rusak berat, 1 Kantor Danramil Malunda rusak berat.

Saat ini, sejumlah upaya telah dikerahkan seperti BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju. dan Kabupaten Polewali Mandar melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian.

Lalu BPBD setempat berkoordinasi dengan TNI – Polri, Basarnas, relawan dan instansi terkait lainnya.

Adapun kebutuhan mendesak di antaranya Sembako, Selimut dan Tikar, Tenda Pengungsi, Pelayanan Medis, Terpal, Alat Berat/Excavator, Alat Komunikasi, Makanan Pokok/Siap Saji, Masker , Obat-obatan dan Vitamin, dan lain-lain.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) terus melakukan upaya penanganan darurat dan memutakhirkan data dampak pascagempa M6,2.

Data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 08.00 WIB, mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 3.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulbar.

“BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

Sementara kerusakan bangunan di Kabupaten Majene mencakup 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor Koramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju.

Sedangkan di Kabupaten Mamuju, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat (RB) antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market, termasuk Matahari, Cinepolis, Matos, dan Maleo Town Square.

“Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. Kerusakan rumah warga masih dalam pendataan,” jelas Raditya.

BNPB memonitor upaya penanganan darurat di lapangan dilakukan oleh berbagai pihak, seperti BPBD, BNPP/Basarnas, TNI, Polri, sukarelawan dan mitra terkait lainnya.

Kebutuhan yang diinformasikan oleh BPBD setempat berupa sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, terpal, alat berat/ekcavator, alat komunikasi, makanan siap saji dan masker.

Selain itu, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo yang pagi ini berencana melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat bersama sejumlah anggota Komisi VIII DPR telah membatalkan rencananya.

“Presiden RI Joko Widodo memerintahkan Doni Monardo dan Mensos Risma berangkat ke Mamuju pada hari ini,” kata Raditya.

Selain berangkat ke Mamuju, Doni Monardo juga langsung menginstruksikan helikopter BNPB menuju ke lokasi bencana. Ada empat helikopter yang dikerahkan dalam misi ini. (fj/pp)