KKL-Raya Sulbar Keluarkan Imbauan

79
Ketua KKL-Raya Sulbar, Drs H Khaeruddin Anas MSi (kiri) saat menerima rombongan Dinas Sosial Luwu yang membawa bantuan untuk korban bencana Sulbar. --ft: istimewa

* Terkait Info Prediksi Gempa Susulan dan Tsunami

MAMUJU– Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKL-Raya) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Drs H Khaeruddin Anas MSi, mengeluarkan imbauan yang terdiri empat poin terkait informasi kemungkinan bencana gempa susulan dan prediksi tsunami.

Melalui siaran pers yang diterima Redaksi Palopo Pos, Minggu, 17 Januari 2021 malam tadi melalui Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) KKL-Raya, Buhari Kahar Muzakkar, Khaeruddin mengajak untuk berpikir jernih, menelaah dengan hati nurani, dan tetap bersandar kepada kekuasaan Allah Subhana Wataala.

Menyikapi hal tersebut, Khaeruddin memberikan saran. Pertama, bagi keluarga yang memang memerlukan rasa aman dan perlu meninggalkan Sulbar, hemat saya silahkan. Karena rasa aman seseorang tidak bisa dipaksakan oleh siapapun. Dia boleh mengambil sikap untuk kepentingan diri dan keluarga yang dia cintai.

Kedua, bagi keluarga yang masih ingin tetap di Mamuju, carilah tempat yang aman. Dan sebaiknya tidak berkumpul di tempat pengungsian yang berbaur dengan orang lain yang bisa berakibat timbulnya masalah lain seperti penyakit dan kesulitan kebutuhan lainnya. Meski ini juga perlu dipertimbangkan dengan matang oleh semua keluarga karena masing-masing memiliki konsekwensi biaya dan persoalan pribadi lainnya.

Ketiga, saya tetap di Mamuju dan berusaha sebisanya membantu keluarga KKLR yang ada dan masih ingin bertahan. Meski saya juga sudah mempertimbangkan segala resiko dan kemungkinan yang harus saya hadapi. Karena tidak mungkin daya meninggalkan tugas kedinasan saya, termasuk sebisanya membantu keluarga dan orang lain yang membutuhkan bantuan.

Keempat, saya minta tidak perlu berpolemik dengan saling adu pendapat yang hanya membuang energi. Silahkan ambil langkah sebagaimana yang telah saya sampaikan di atas. Terima kasih atas perhatian keluarga semua. (ikh)