Insentif Nakes Rp2,6 Milliar Mengendap di Rekening Kasda

51
Koordinator Satgas Covid-19 Erick Cristal Ranteallo

PALOPOPOS.CO.ID, TATOR–Tenaga kesehatan (Nakes) Tana Toraja mesti bersabar untuk sementara waktu. Pasalnya insentif yang sejatinya dibayarkan belum juga dilakukan. Padahal anggarannya ada, hanya mengendap di rekening Kas Daerah (Kasda).

Terkait hal itu sejumlah desakan muncul mengingat Nakes berisiko lebih besar terinfeksi virus dibandingkan mereka yang tidak menangani pasien Covid-19. Apalagi, saat ini, kasus Covid-19 terus meningkat. Koordinator Satgas Covid-19 Erick Cristal Ranteallo yang dikonfirmasi Palopo Pos, Selasa 12 Januari 2021, mengungkapkan telah menyampaikan itu kepada Bupati, Nicodemus Biringkanae.

Dimana menurut Erick, Ketua Satgas Covid-19 tersebut telah memerintahkan agar pembayarannya segera dilakukan kepada tenaga medis dan sejumlah pembayaran lainnya dari anggaran sebesar Rp2,6 Miliar.

“Saya sudah sampaikan ke pak bupati, pak bupati bilang, harusnya itu segera disalurkan, kenapa harus ditunda penyalurannya” ungkap Erick Cristal Ranteallo kepada Palopo Pos. Bupati berharap Dinas terkait segera membayarkan insentif tenaga medis kesehatan (Nakes) yang menangani pasien corona.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKAD) Tana Toraja, Margaretha Batara, beberapa waktu lalu mengatakan, Dana insentif Nakes covid-19 sudah di rekening Kas Umum Daerah senilai Rp 2,6 Milliar. Hanya terkendala regulasi dimana harus melalui pembahasan APBD meski itu dana Nakes itu langsung melalui Kementerian Kesehatan.

“Penetapan Perubahan APBD pada 31 Oktober 2020, sedangkan uang Insentif Nakes masuk November. Jadi dana tersebut masih di rekening Kas Umum Daerah Rp 2,6 Milliar” jelas Margaretha. Dananya masih ada namun ditegaskan itu harus melalui penetapan perubahan APBD. “Kalau mau buktikan, dana itu masih di rekening” katanya. Diketahui, insentif Nakes belum terbayarkan sejak September 2020 hingga saat ini.(mg1/ald)