Hanyut di Sungai, Warga Salutubu Hilang

64
Tim gabungan melakukan pencarian warga yang hanyut di Sungai Salutubu, Luwu, Senin, 4 Januari 2020. --ft: kahar/iting--

* Istri Korban Hamil dan Punya Anak Tiga

PALOPOPOS.CO.ID, WALMAS— Dua warga Desa Salutubu, Kecamatan Walenrang Utara (Walut), Luwu, hanyut di sungai, Minggu 3 Januari 2021 sekitar pukul 15.50 Wita. Seorang selamat dan satu rekannya hilang. Hingga pukul 17.00 Wita, Senin, 4 Januari 2021, korban belum ditemukan.

”Sudah 24 jam hanyut di sungai, belum ditemukan. Tim gabungan SAR dibackup SAR Makassar, dan Basarnas serta BPBD Luwu, melakukan pencarian di sungai,” kata Komandan Pos Basarnas Palopo, Maickel FH yang ditemui Palopo Pos di lokasi pencarian, Senin petang kemarin.

Pihak Basarnas telah membagi tim untuk melakukan penyisiran di sungai. Karena terhalang cuaca buruk, dimana Salutubu diguyur hujan deras, pencarian ditunda.

“Rahadi masih dalam pencarian. Untuk saat ini pencarian kita hentikan sementara dan kita akan melihat kondisi, jika cuaca mendukung pencarian bisa saja dilakukan malam dan lanjut besok pagi,” katanya, petang kemarin.

Menurut Maickel, pencarian sudah dilakukan sejak hari pertama korban dilaporkan hanyut, Minggu malam, 3 Januari 2021, sekitar pukul 19.00 Wita dan dilanjutkan, Senin 4 Januari 2021 (kemarin, red) bersama BPBD Luwu dan warga.

“Tim bersama warga setempat sudah berusaha melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil,” ucap Maickel.

Sementara itu, Charles, salah seorang keluarga Rohadi, mengatakan, tiga paranormal telah dihadirkan membantu menemukan korban.

Ketiganya sama-sama berpendapat bahwa korban saat ini masih berada di bantaran sungai.
Hanya saja, banyaknya warga yang datang di lokasi, sehingga sedikit mempengaruhi spritual yang dilakukan paranormal.

“Kita diminta bergeser dari lokasi, karena akan berlangsung spritual di lokasi kejadian. Tapi warga masih saja tak meninggalkan TKP sehingga mengganggu jalannya spritual yang dilakukan paranormal,” bebernya.

Sementara tangisan histeris Jusmiati suaminya korban, terlihat menangis histeris. Apalagi, ia hamil tua. Korban juga memiliki tiga anak. (ded/ikh)