Figur Ketua harus Rela Berkorban untuk Partai

53
Yasman Miming, Politisi Golkar Luwu

* Jelang Musda Golkar Luwu

PALOPOPOS.CO.ID, PALOPO — Jelang Musyawarah Daerah (musda) Partai Golkar Kabupaten Luwu yang rencananya digelar Maret 2021, mendatang, kader mulai bangun komunikasi dengan pemilih nantinya. Sejumlah bakal calon yang gadang-gadang akan maju, telah “bergerilya” ke para pemilik suara.

Seperti diungkapkan politisi Partai Golkar Luwu yang juga mantan anggota DPRD Luwu dari Partai Golkar, Yasman Miming.
Kepada Palopo Pos, Yasman mengungkapkan, sosok figur yang dianggap dibutuhkan memimpin Golkar di Luwu saat ini pasca pilkada dan pileg 2019, lalu, harusnya figur yang enerjik, visioner, punya kemauan membesarkan partai, dan loyal kepada partai.
Yasman juga menyebutkan jika, sosok figur ketua Golkar Luwu adalah yang dekat dengan kekuasaan.

“Golkar itu identik dengan kekuasaan di pemerintahan. Dari dulu begitu,” kata Yasman yang ditemui Palopo Pos di Warkop 24 Jam miliknya di depan kantor Wali Kota Palopo, Senin 11 Januari 2021.

Yasman yang juga anggota DPRD Kabupaten Luwu Fraksi Golkar periode 2014-2019 menjelaskan, Ketua Golkar Luwu ke depan adalah sosok yang diterima oleh semua kader dan organisasi.

“Mulai dari Larompong sampai Walmas. Tidak harus berpikir suka atau tidak suka. Tetapi, dia harus berpikir bahwa Golkar milik semua orang, dan pemimpin semua orang,” ujar Yasman.

Di Partai Golkar, lanjut Yasman, dibutuhkan figur yang mampu memainkan peran sebagai pemimpin yang bijak. Artinya, ia mampu ke atas vertikal juga horizontal, samping kiri-kanan. Sehingga, Partai Golkar bisa besar.

“Sebagai kader saya melihat ada beberap figur yang laik. Tetapi, tidak semua kader laik jadi pemimpin,” sebutnya.
Untuk itu, calon Ketua Golkar Luwu ke depan, juga sebaiknya mendapat restu dari atas, yakni DPD I Sulsel, dan dari bawah, dari pimpinan kecamatan. Sehingga, terjalin rasa kerja sama yang solid, dan harmonis.

Ada beberapa potensi, yakni, Golkar itu identik dengan pendekatan kekuasaan. “Kalau itu Ketua Golkar-nya belum ada di kekuasaan atau birokrat, maka di-Golkar-kanlah itu kekuasaan/birokrat. Kalau, sudah terlanjur ada di birokrat, maka, di-Golkar-kanlah penguasa itu.

Kedua, kata Yasman, kepengurusan Golkar Luwu harus mengakomodir semua potensi organisasi pendiri, dan didirikan. Siapa itu? Yakni, teman-teman di barisan Kosgoro, Soksi, dan MKGR. Ketiga organisasi itu semua adalah pendiri Partai Golkar.

“Tiga ormas ini tidak boleh dilupakan di Partai Golkar. Dialah yang membentuk, masa mau dilupakan “Bapak” kita. Itu yang kadang dilupakan teman-teman yang tidak mengetahui histori terbentuknya Partai Golkar,” jelasnya.

Setelah Partai Golkar terbentuk, juga membentuk organisasi pemuda dan ormas. Seperti, AMPI, KPPG, AMPG, Al-Hidayah, MDI, HWK, dan sebagainya. “Ada 9 organisasi sayap yang didirikan Partai Golkar, semua adalah kader. Cuma, ada yang aktif di kepengurusan Partai Golkar, dan ada juga yang aktif di ormas, yang mendirikan, dan didirikan. Tapi, semua itu adalah kader,” ungkapnya.

Ini semua yang harus direkrut kalau mau besarkan Partai Golkar di Luwu. “Tinggalkan itu suka atau tidak suka. Toh, kalau ada intrik sebelum ada kebijakan itu wajar. Contoh, jelang musda ada kubu-kubuan figur, wajar, tapi, ketika ada hasil keputuan musda, harus diterima dengan lapang dada siapapun kadernya,” sebutnya. Karena, bukan sebagai kader loyalis figur, tapi sebagai kader harus loyal kepada partai. “Apapun keputusan partai, kebijakan partai harus diikuti, dan dihormati,” tegas Yasman.

Sehingga, tidak ada mau yang namanya buat kepengurusan tandingan. Itulah, doktrin Partai Golkar. “Saya melihat bisa kemungkinan muncul figur yang akan memimpin Partai Golkar. Yang pasti di mata saya tanda-tandanya pemimpin Golkar identik dengan pendekatan kekuasaan, pendekatan di birokrasi.

“Golkar itu meskipun berganti pimpinan, akarnya tetap kuat, solid karena didasarkan motto Partai Golkar berbasis kadar pengkaderan, karya kekaryaan. “Berkarya dulu baru dikaryakan. Setelah bekerja, baru dijadikan orang. Mau jadi wali kota, bupati akan didukung,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar nama-nama calon Ketua Golkar Luwu. Yaitu, mantan calon bupati Luwu Patahudding, anggota DPRD Luwu Yamin Annas, Andi Muharrir, politisi Golkar Azhar Mustamin Toputiri, mantan anggota DPRD Luwu Sul Arrahman, Wakil Ketua DPRD Luwu Zulkifli, anggota DPRD Luwu Rudin Sibutu, dan Sekretaris Golkar Luwu Muchlis Kararo.

Saat ditanyakan ke Yasman apakah dirinya juga siap maju di musda Golkar Luwu? Dijawab langsung Yasman tersenyum sambil memberikan ungkapan “Saya itu tahu diri, saya bercermin di cermin yang datar. Bukan di cermin yang cekung atau cembung”.

Yasman juga mendukung langkah Andi Hatta Marakarma ditunjuk sebagai Plt Golkar Luwu.
“Jika saya dipanggil kembali, saya siap membantu mensukseskan musda ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan, HM Taufan Pawe (TP) membocorkan kriteria ideal yang dinilai akan membawa partai berlambang beringin itu sebagai partai modern dan cerdas.

Taufan Pawe memastikan, sosok Ketua DPD II, termasuk Kota Makassar adalah sosok yang visioner yang sejalan dengan visi dan misinya. (idr)