dr Bidasari: Gejala Setelah Vaksin Biasanya hanya Demam

101
Kepala Puskesmas Bara Permai, Kota Palopo, dr Bidasari Jamil

PALOPO — Vaksin sejatinya untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit yang disebabkan virus atau bakteri.
Namun setelah divaksin pada umumnya muncul gejala-gejala, tetapi ada juga yang tidak ada gejala. Tiap individu berbeda-beda.
Kepala Puskesmas Bara Permai, Kota Palopo, dr Bidasari Jamil memberikan pemahaman jika reaksi terhadap suatu vaksin bersifat sangat individual.
Ia menyebutkan reaksi vaksin dibagi menjadi dua kelompok yakni, reaksi ringan dan reaksi berat.
Untuk reaksi ringan, kata dr Bidasari, biasanya terjadi beberapa jam setelah pemberian imunisasi. Yaitu, hilangnya reaksi lokal dalam waktu singkat dan tidak berbahaya.
“Reaksi lokal pada bagian tubuh tertentu atau area tertentu (termasuk nyeri, bengkak atau kemerahan di lokasi suntikan),” katanya.
Lalu reaksi sistemik yang berhubungan dengan sistem, atau mengenai seluruh tubuh atau seluruh organisme (contoh demam). (seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh, badan lemah, pusing, nafsu makan turun).
Sedangkan reaksi berat yaitu, biasanya tidak menimbulkan masalah jangka panjang, tetapi menimbulkan kecacatan, jarang mengancam jiwa.
Lalu, risiko berat lainnya adalah kejang-kejang, demam, gangguan kesadaran, terkadang reaksi alergi yang timbul sebagai akibat reaksi tubuh terhadap komponen tertentu yang ada didalam vaksin.
Kata dr Sari, sapaannya, idealnya vaksin tidak menimbulkan efek simpang, kalau pun ada sangat ringan.
Pemberian vaksin akan merangsang pembentukan kekebalan dengan cara sistem kekebalan penerima imunisasi bereaksi terhadap antigen yang ada didalam vaksin. (idr)