Bupati Bersama Forkopimda Sosialisasi Penataan Penertiban Pertokoan Rantepao

178

Bupati Torut Kalatiku Paembonan bersama Forkomimda serta elemen masyarakat dan pengelola pertokon saat sosialisasi terkait pembongkaran di ruang pola kantor Camat Rantepao, Rabu,13 Januari 2021. –albert tinus–

PALOPOPOS.CO.ID, RANTEPAO– Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dalam hal ini Dinas Perkimtan, melaksanakan Sosialisasi Penataan Penertiban Pertokoan Rantepao.

Kegiatan ini dilaksankan di kantor Kecamatan Rantepao, Rabu ,13 Januari 2021.

Sosialisasi dibuka langsung Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan. Turut hadir, FORKOPIMDA Kabupaten Toraja Utara, Kepala Dinas Perkimtan, Camat Rantepao, Anggota Tim Sosialisasi Penertiban Pertokoan, Ketua dan Anggota Forum Masyarakat Adat Ba’lele, serta masyarakat pengguna bangunan pertokoan.

Bupati menyampaikan bahwa, penataan penertiban pertokoan Rantepao merupakan bagian dari upaya dalam menata kota.

”Upaya atau langkah dari pemerintah dalam hal penataan Kota Rantepao khususnya pertokoan dan art center ini, sudah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya atau 3-4 tahun yang lalu. Dan, hari ini kita akan kembali memulai penertiban ini. Semua ini dilakukan demi kebaikan masyarakat Toraja Utara. Semua itu agar kota Rantepao, tertata dengan rapi,” ujar Kala.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, ketika mengawali penataan kawasan pertokoan dan art center, pihaknya tidak memiliki kelengkapan dokumen atau hanya dokumen inkra saja. Tetapi sekarang ini, dokumen-dokumen itu menjadi lengkap.

”Ini memperlihatkan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan terhadap aset yang sangat bermanfaat ini. Maka, jelas bahwa status pertokoan adalah aset  Pemda,” bebernya.

Oleh karena itu, pemerintah daerah siap untuk menertibkan serta menata kembali area pertokoan ini.

”Pemerintah berupaya penataan segera terlaksana agar nantinya tercipta satu pusat pariwisata yang memiliki daya tarik terhadap wisatawan,” terang Bupati.

Setiap masyarakat lanjutnya, yang menggunakan atau yang berjualan di pertokoan, pada saat penertiban dan penataan, akan dipindahkan ke pasar Bolu.

Sedangkan untuk masyarakat yang datang dari kampung yang menjual hasil karya seni mereka, akan dipindahkan ke bagian selatan terminal Bolu.

Sosialisasi yang dilaksanakan ini, akan kembali dilanjutkan pada tanggal 22 Januari 2021.

Pada pertemuan itu, akan diputuskan kelanjutan dari pertokoan Rantepao. (albert tinus)