Belum Ada Fatwa Halal dari MUI Soal Vaksin Sinovac

25

JAKARTA — Vaksin COVID-19 buatan Sinovac telah tiba di Indonesia sebanyak tiga juta dosis, yang dikirimkan dalam dua tahap yakni 1,2 juta dosis pada 6 Desember 2020 dan 1,8 juta dosis pada 31 Desember 2020.

Hingga Selasa (5/1/2021), vaksin Sinovac tersebut telah tiba di sejumlah daerah seperti Banten, Jawa Tengah, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Meski demikian, hingga kini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum mengeluarkan fatwa terkait halal atau tidaknya vaksin tersebut.

Ketua MUI, Masduki Baidlowi, mengatakan bahwa fatwa soal penggunaan vaksin COVID-19 buatan Sinovac bakal terbit sebelum 13 Januari 2021, tanggal di mana Presiden Jokowi divaksinasi.

“Uji lapangannya sudah tuntas. Jadi memang harus menunggu,” kata Masduki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (6/1/2021). Masduki yang juga Juru Bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin tersebut mengatakan saat ini tim dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI masih bekerja untuk menerbitkan fatwa halal bagi vaksin buatan China tersebut.

“Saat ini, MUI tinggal menunggu pelaksanaan sidang fatwa terkait vaksin Sinovac,” tambahnya.

Sebelumnya, Masduki mengatakan pemerintah akan memulai vaksinasi secara serentak di beberapa daerah jika Sinovac telah mengantongi izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Setelah BPOM menerbitkan EUA, maka fatwa MUI terhadap kebolehan vaksin Sinovac tersebut juga akan segera dikeluarkan.