Stop Stigma pada ODHA, Ajak Remaja Cegah HIV AIDS dengan 5 Cara

27
ilustrasi

PALOPOPOS.CO.ID, JAKARTA– Orang yang mengidap HIV AIDS seringkali masih mendapatkan diskriminasi di lingkungan mereka.  Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2020 yang jatuh pada 1 Desember, remaja menjadi sasaran paling utama untuk mencegah penularan HIV AIDS.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan Indonesia telah siap menuju akhir HIV AIDS di tahun 2030, yaitu tidak ada inveksi HIV baru, tidak ada kematian karena AIDS, dan tidak ada stigma dan diskriminasi.

Data dari Kementerian Kesehatan RI tentang perkembangan HIV/AIDS dan PIMS pada triwulan II Tahun 2020 hingga Juni 2020, memperlihatkan bahwa estimasi jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) telah mencapai 543.100 orang, 398.784 orang telah ditemukan, dan hanya 205.945 ODHA yang baru memulai konsumsi ARV.

“Semangat kolaborasi yang kuat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya remaja, tentang pencegahan IMS (Infeksi Menular Seksual) dan kesehatan reproduksi,” jelasnya dalam konferensi pers virtual, Senin, 30 November 2020.

Ketua Tim Penasihat Kolegium PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin) Prof. dr. Sjaiful Fahmi Daili, SpKK(K) menekankan pentingnya pendidikan seks bagi remaja sebagai kegiatan promotif dan preventif untuk memberikan tuntunan dan bimbingan kehidupan yang berkaitan dengan jenis kelamin, kehidupan mencintai, hingga rasa tanggung jawab. Menurutnya, kegiatan pendidikan seks harus senantiasa dipupuk sejak masa kanak-kanak hingga dewasa.

“Terdapat korelasi yang tinggi antara IMS dan HIV AIDS, sehingga upaya preventif harus dimulai dari unit terkecil masyarakat di keluarga. Bagi organisasi profesi ini, edukasi seksual harus meliputi aspek moral, sosial, kesehatan, dan agama, di mana dokter akan berperan memberikan pengobatan dan pemerintah mendesain program dan regulasi,” jelasnya.

Berdasar itu, anak muda dan remaja serta mahasiswa diajak untuk hidup sehat dan bisa mencegah penularan HIV AIDS dengan Eduka5eks. Yaitu 5 langkah mudah memahami pengetahuan tentang kesehatan seksual dan reproduksi.

“Berupa rekomendasi yang jelas bagi remaja. Bahwa edukasi seks #EnaknyaDiobrolin dengan cara yang terbuka,” kata Director Reckitt Benckiser Indonesia dr. Helena Rahayu Wonoadi.

“Mengingat IMS (infeksi menular seksual) adalah salah satu pintu masuk penularan HIV/AIDS, kampanye dan edukasi seksual pada populasi remaja harus terus digiatkan. Stigma bahwa HIV mudah menular juga perlu diluruskan, jauhi penyakitnya bukan penderitanya,” tegas dr. Helena.

5 Langkah yang Dimaksud:

  1. Ayo Pahami

Sikap terbuka untuk memperoleh lebih banyak informasi tentang kesehatan seksual dan organ reproduksi.

  1. Mari Bicara

Berani untuk memulai percakapan.

  1. Saling Menghargai

Menghargai pendapat dan keputusan orang lain.

  1. Selalu Bertanggung Jawab

Bertanggung jawab atas diri sendiri, pasangan kita, dan keluarga kita.

  1. Pemeriksaan Kesehatan

Mulai melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.(jp/pp)