Kabar Gembira! PPPK Juga akan Dapat Dana Pensiun, Kepala BKN: Tidak Usah Berpikir jadi PNS

430
ilustrasi

PALOPOPOS.CO.ID; JAKARTA – Berita gembira akhir tahun buat PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja).

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana meminta honorer maupun calon guru tidak fokus mengejar karier menjadi PNS. Sebab, pemerintah tidak akan lagi membuka formasi guru dan dosen PNS karena semuanya diarahkan ke PPPK.

“Kalau nanti sudah diangkat menjadi guru PPPK tidak usah pindah-pindah lagi ke PNS walaupun memungkinkan pindah untuk formasi lainnya (bukan guru) dan selama memenuhi persyaratan. Pemerintah akan menutup formasi guru CPNS mulai tahun depan dan seterusnya,” beber Bima Haria di Jakarta, Selasa, 29 Desember 2020.

Dia mengungkapkan, PNS dan PPPK sama-sama aparatur sipil negara (ASN). Perbedaannya, hanya di masa pensiun. PNS menerima dana pensiun karena ketika diangkat CPNS langsung dipotong untuk dana pensiun.

Saat ini, lanjutnya, BKN dan PT Taspen tengah membahas masalah dana pensiun untuk PPPK. Nantinya, PT Taspen akan memotong dana pensiun PPPK agar mereka bisa mendapatkan manfaatnya.
“Sudah ada pembahasan dengan PT Taspen untuk potongan iuran pensiun bagi PPPK. Insyaallah dalam waktu dekat akan dibuat kesepakatan bersama dengan PT Taspen,” terangnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Taspen Antonius N.S Kosasih mengungkapkan, ada dua program yang akan dikeluarkan untuk meningkatkan kesejahteraan ASN yaitu peningkatan nilai pensiun dan penyediaan perumahan. Untuk kebijakan pertama yaitu peningkatan nilai pensiun, ASN akan diikutkan dalam PT Taspen Life, di mana iurannya dimulai dari Rp100 ribu per bulan.

“Dengan metode ini, ASN ketika pensiun akan menerima dana pensiun hampir sama dengan semasa aktif kerja. Selama ini kan antara gaji yang diterima ketika aktif bekerja dan saat pensiun perbedaannya sangat jauh,” terang Kosasih saat memberikan paparan dalam rapat koordinasi kepegawaian besutan Badan Kepegawaian Negara (BKN) virtual, Kamis (17/12).

Hal ini, lanjutnya, sering membuat ASN kecewa. Pasalnya, ASN biasa menerima gaji tinggi, tetapi ketika pensiun, nominalnya anjlok.

Dia mengatakan, PT Taspen sudah mengelola iuran pensiun ASN PNS selama 57 tahun dengan total value Rp270 triliun. Dia berharap dengan program baru dana pensiun di 2021, kesejahteraan ASN bisa meningkat.

Untuk program kedua berupa perumahan untuk ASN, Kosasih menyebutkan, merupakan terobosan yang baru kali pertama dilakukan PT Taspen selama 57 tahun menjadi pengelola dana pensiun ASN PNS.(jpnn/pp)