Waspada Reinfeksi Covid-19

26
ilustrasi

*Jangan Panik, Tetap Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

PALOPOPOS.CO.ID,– Ternyata, pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh, masih bisa terinfeksi atau tertular (reinfeksi) virus Corona kembali. Tapi, jangan panik. Tetaplah berdisiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog, dr Dirga Sakti Rambe, antibodi yang diproduksi tubuh untuk melawan Covid-19 tidak bertahan lama.

Sehingga, orang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 masih dapat terinfeksi Corona kembali.

”Harus tetap hati-hati. Karena sudah ada informasi soal reinfeksi. Jadi harus tetap melaksanakan protokol kesehatan 3M,” ujarnya, dalam Dialog Produktif “Vaksin: Intervensi Kesehatan Masyarakat yang Efektif dan Aman” di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) pada Selasa (3/11) lalu seperti dikutip di RMCO.ID, Selasa, 13 November 2020.

Dirga membeberkan, hingga kini, kasus reinfeksi baru tercatat sebanyak 30 kasus di seluruh dunia.

Namun, kata dia, masyarakat tetap perlu berhati-hati dan tetap menjalankan protokol kesehatan; memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

“Kita harus makin waspada. Berdasarkan sejarah, pandemi ini bisa berulang. Seperti sebelumnya ada pandemi influenza,” imbuhnya.

Dirga meminta, masyarakat yang hasil pemeriksaannya menunjukkan positif Covid-19, mesti tetap berpikir tenang. Saran dia, konsultasikan terus penanganannya dengan dokter.

“Jika perlu minum obat, minumlah obat yang telah direkomendasikan oleh dokter. Jangan berinisiatif untuk minum obat-obatan sendiri,” tegasnya.

Menurut Dirga, kasus Covid-19 dengan gejala ringan hanya perlu isolasi mandiri. Bahkan, tidak perlu mengonsumsi obatobatan khusus, selain obat-obatan supportif.

Seperti vitamin atau pereda demam dan batuk yang dapat didapatkan secara bebas.

Dukungan pun dilontarkan netizen. Warganet meminta masyarakat tidak panik dan tetap menerapkan protokol kesehatan, meski ada informasi soal kasus reinfeksi.

“Disiplin melaksanakan protokol kesehatan adalah kunci! Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, jauhi keramaian,” tegas Hudananta.

Dr koko28 menjelaskan, kasus reinfeksi sangat mungkin terjadi jika daya tahan pasien lemah dan orang-orang sekitarnya tidak peduli.

Termasuk juga, kata dia, bila penerapan pola hidup sehat di lingkungannya rendah dan rumah/tempat tinggalnya tertutup dan tidak punya sirkulasi udara yang baik.

“Less/not happy,” ungkap Dr_koko28. “Penyintas Covid-19 dan masyarakat pada umumnya harus meningkatkan kewaspadaan. Tapi, jangan juga terlalu panik yaaaaa,” ujar Piiluss.

Menurut Riestinaanggi, pola hidup yang sehat bisa menghindari terjadinya reinfeksi. Menurutnya, antibodi tubuh tiap orang juga mempengaruhi terjadinya reinfeksi.

“Kalo masih seumuran kita, terus belum ada penyakit penyerta lain sih, insya Allah gak bakal reinfeksi lagi. Asal pola hidup juga sehat terus gitu,” tuturnya.

Aminuddin001 mengingatkan, siapapun bisa terinfeksi Covid-19 lagi, meskipun telah terinfeksi sebelumnya. Reinfeksi kedua dan seterusnya, kata dia, bisa saja bergejala lebih berat.

Untuk itu, dia meminta netizen tetap taat protokol kesehatan. Ph4n_ mengakui, reinfeksi bisa terjadi karena belum tersedianya vaksin.

Dia bilang, pada akhirnya kita akan hidup bersama dengan Covid-19 dalam waktu yang lama, sama seperti influenza. “Virus ini mungkin tidak akan benar-benar bisa punah. Hanya efek infeksinya yang semakin terkendali,” katanya.

Afrkml menyambung. Dia bilang, meskipun langka, ada beberapa orang yang mengalami reinfeksi. Kata dia, durasi kekebalan setelah terinfeksi virus Corona juga nggak jelas.

“Jadi, sebisa mungkin tetap jaga diri ketika sembuh dari Covid-19, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan lain-lain,” saran dia.

Drdickybudiman mengungkapkan, imunitas yang timbul pasca terinfeksi Covid-19 cenderung tidak bertahan lama. Dia bilang, reinfeksi terjadi rata-rata setelah 6 bulan, dan paling sering setelah 12 bulan.

“Hal yang sama tampaknya semakin kuat akan terjadi pada Covid-19,” ungkapnya. Afrkml melanjutkan komentarnya. Kata dia, meskipun tidak langsung kebal 100 persen, akan tetapi untuk Covid-19, ada laporan reinfeksi kedua prognosisnya lebih jelek dari yang pertama.

Tetep laksanakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan VDJ (ventilasi, durasi dan jarak. “Ada kemungkinan infeksi Covid-19 pertama menyebabkan kerusakan paru. Nah kerusakan ini yang bisa menimbulkan gejala lagi. Meskipun periksa swab PCR dan (+) belum tentu reinfeksi,” tandas AnitaZhang20. (rm/pp)