Pjs. Bupati Harap Verifikasi Dana Covid-19 Lebih Cepat

35
Pjs.Bupati Tator, H. Asri Syarhun Said

*Inspektorat : Belum Ada Surat Perintah

TATOR--Sejumlah program penanganan Covid-19 di Tana Toraja tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Hal itu lantaran pencairan dana Covid-19 di Pemkab Tator tersendat selama dua bulan terakhir lantaran menunggu verifikasi penggunaan dana tersebut oleh Inspektorat.

Pjs.Bupati Tator, H. Asri Syarhun Said kepada wartawan beralasan pencairan dana covid -19 sampai saat ini memang belum cair lantaran masih diverifikasi oleh inspektorat Tana Toraja. Inspektorat diminta melakukan verifikasi terkait penggunaan anggaran Covid-19 semasa jabatan Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae dan Victor Datuan Batara.

“Saya belum tau pasti verifikasi selesai dilakukan. Kalau saya, lebih cepat lebih baik” kata PJS Bupati kepada Wartawan, Kamis 19 November 2020. Itu supaya pencairan dana Covid-19 bisa segera dilakukan.

Sementara itu pihak Inspektorat Tana Toraja, melalui Sekretaris, S.S Tangibali terkait verifikasi dana Covid-19 itu belum melakukan verifikasi tersebut lantaran belum mendapatkan surat perintah untuk melakukan pembentukan tim verifikasi.

“Sampai saat ini saya belum mendapatkan surat pembentukan tim verifikasi. Artinya kami melakukan kegiatan untuk review verifikasi harus ada tim dibentuk” kata S.S Tangibali di kantor inspektorat Tana Toraja.

Sementara penggunaan anggaran untuk aktifitas penanganan Covid-19 ini sangat dibutuhkan, terlebih ada utang yang harus dibayarkan. Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Margaretha Bunga’ Batara saat dikonfirmasi, mengatakan pihaknya siap mencairkan anggaran penggunaan dana Covid-19 jika mendapat petunjuk dari PJS Bupati Tana Toraja.

“Dananya ada. Tapi harus ada petunjuk dari Bupati Tana Toraja,” ujar Margaretha.

Dengan ditundanya pencairan, aktivitas posko penanganan Covid-19 tidak lagi berjalan. Seperti misalnya Posko penanganan Covid-19 di bandara. Selain itu, penanganan pemulihan ekonomi di masyarakat juga tak berjalan.

Bahkan konsumsi tenaga medik sebesar Rp200 juta belum terbayarkan oleh Satgas Covid-19. Itu untuk kebutuhan penyedia makanan bagi paramedis dan penanganan pasien Covid-19. Utang ini muncul dari biaya makan paramedis di rumah sakit sayang ibu sebanyak 35 orang.(mg1/ald)