Penerimaan Daerah Ditarget Rp 1,4 Trilyun

18
Bupati Luwu Drs H Basmin Mattayang M.Pd, Kamis (19/11) kemarin menyerahkan Ranperda APBD Pokok TA 2021 yang diterima Ketua DPRD Luwu Rusli Sunali S.Pd

BELOPA-–Lembaga legislatif DPRD Kabupaten Luwu, Kamis (19/11) kemarin menggelar sidang paripurna dengan agenda penyerahan rancangan peraturan daerah (Ranperda APBD Pokok Tahun Anggaran 2021. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Luwu Rusli Sunali S.Pd terungkap target pendapatan daerah di tahun 2021 sebesar Rp 1,4 trilyun rupiah lebih.

Bupati Luwu Drs H Basmin Mattayang, M.Pd dalam pidato pengantarnya mengungkapkan, target pendapatan daerah tahun 2021 sebesar Rp 1,4 trilyun dimana mengalami penurunan sebesar Rp 73,7 milyar lebih atau 4,87% dibandingkan dengan APBD Pokok TA 2020 sebesar Rp 1,5 trilyun lebih.

“Secara umum pendapatan daerah terdiri dari pendapatan asli daerah direncanakan sebesar Rp 118,9 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp 3,5 milyar lebih atau 3,06% dibandingkan dengan APBD Pokok TA 2020 sebesar Rp 115,4 milyar lebih. Pendapatan transfer direncanakan sebesar Rp 1,2 trilyun lebih mengalami kenaikan sebesar Rp 197,1 milyar lebih atau 18,60 % dibandingkan dengan APBD Pokok Tahun 2020 sebesar Rp 1,1 trilyun lebih,” kata Basmin.

Sementara itu, untuk belanja daerah pada rancangan APBD TA 2021 sebesar Rp 1,4 trilyun lebih mengalami penurunan sebesar Rp 60,6 milyar lebih atau 3,96 % dibandingkan dengan APBD Pokok TA 2020 sebesar Rp 1,5 trilyun lebih yang terdiri atas 4 (empat) komponen belanja daerah yaitu belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.

Dalam pidatonya Bupati Luwu dua periode ini menyinggung sejumlah program prioritas belanja daerah pada APBD 2021 mendatang, diantaranya, pemenuhan layanan dasar pendidikan berupa pembangunan unit sekolah baru, pembangunan ruang kelas baru (RKB), pembangunan perpustakaan sekolah, pembangunan sarana prasarana utility sekolah, pembangunan rumah guru di daerah terpencil, dan pengadaan baju seragam sekolah.

“Pemenuhan layanan dasar kesehatan antara lain penyediaan BPJS kesehatan bagi masyarakat dan perangkat desa, rehab dan pemeliharaan Puskesmas, pembangunan instalasi pembuangan air limbah (Ipal) Puskesmas, pengadaan unit mobile on call, ambulance, alat kesehatan, alat kedokteran, alat vaksin, pembangunan rumah dinas medis dan paramedis, ” kata Basmin.

Pihak eksekutif Pemkab Luwu di tahun 2021 juga berencana meningkatkan sarana prasarana pemerintahan, diantaranya renovasi/rehabilitasi ubah suai gedung simpurussiang menjadi mall pelayanan publik (MPP), perbaikan gedung DPRD Kabupaten luwu, lanjutan rehab atap kantor bupati, dan rehab kantor Camat Walenrang.

“Pula kita lakukan peningkatan sarana prasarana umum antara lain pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan, pembangunan terminal, penyediaan sanitasi dan air bersih masyarakat, pembangunan irigasi, peningkatan perpustakaan daerah, lanjutan revitalisasi lapangan Andi Djemma, pengadaan dan pemeliharaan penerangan jalan umum (pju), pembangunan asrama mahasiswa Luwu di Kota Palopo, pembangunan pagar asrama mahasiswa Luwu di kota makassar, dan bantuan hibah kepada rumah ibadah,” ucap Basmin.

Diera Pandemi Covid-19 (New Normal) pula direncanakan program kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) antara lain bantuan bibit pertanian/perkebunan, mekanisasi pertanian, peningkatan kualitas jalan usaha tani dan tambak, bantuan peralatan bagi kelompok usaha produktif, penyediaan fasilitas jaringan internet di beberapa sekolah, peningkatan sarana prasarana pasar, bantuan peralatan tangkap bagi kelompok tani perikanan. bantuan sosial penyelesaian study bagi mahasiswa kurang mampu, dan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni. (and/him)