Nikita Mirzani Sebut Dirinya Aset Negara, Ini Jawaban Monohok dari Said Didu

41

PALOPOPOS.CO.ID, JAKARTA— Sesudah rumahnya dijaga puluhan polisi usai menghina Habib Rizieq Shihab (HRS) dengan sebutan tukang obat, artis Nikita Mirzani lalu menyebut dirinya aset negara.

Nikita memang mengaku sama sekali tidak takut untuk menyampaikan pendapat.

Ia menilai bahwa Indonesia adalah negara demokrasi dimana siapapun bisa menyampaikan apa saja.

Nikita menyebut pasti rumahnya dijagain polisi karena dia adalah aset Negara.

Menanggapi ini, salah seorang petinggi Koalesi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) memberikan jawaban di akun Twitter-nya, Minggu (15/11).

“Asset Negara? Izinkan saya muak,” tegas M Said Didu.

Selain itu, Said Didu juga menanggapi permintaan Nikita Mirzani yang meminta agar Habib Rizieq Shihab melakukan tes DNA untuk membuktikan bahwa dia benar-benar cucu Nabi Muhammad SAW.

“Sepertinya yang bersangkutan sedang melaksanakan tugas,” jawab Said Didu menanggapi ini.

Seperti diketahui, Nikita Mirzani memberi penjelasan kepada penggemarnya terkait rumahnya yang dijaga ketat polisi usai menghina Habib Rizieq Shihab.

“Bangun tidur lihat banyak kiriman video dari orang-orang tercinta yang isinya bikin ngakak sampai ke ubun-ubun. saya kasih tahu ya, saya ini aset negara, wajar kalau dijagain sama negara,” tulis Nikita Mirzani di Instagram Storie-nya,Minggu (15/11).

Nikita juga sempat menyinggung sejumlah masalah hukum yang pernah menyeret nama Maaher. Bahkan Nikita juga menuding Maaher sampai tak berani menyebut namanya.

“Kok gemes sih sama saya yang dijagain sama aparatur negara, kalau saya pasti dilindungi bukan kabur. Kalau dilihat dari videonya, anda takut kan tidak berani sebut nama saya, sepenting itu kah saya untuk anda komentari?,” lajut Nikita.

Nikita memang mengaku sama sekali tidak takut untuk menyampaikan pendapat.

Ia menilai bahwa Indonesia adalah negara demokrasi dimana siapapun bisa menyampaikan apa saja.

“Tenang aja hukum di Indonesia adil kok, makanya saya selalu berani bersuara apapun,” tutup Nikita Mirzani. (ps/pp)