Hanya Empat Jam, Terduga Pelaku Sodomi di Peta Ditangkap Emak-emak Bersama Lima Anak-anak

2019

PALOPOPOS.CO.ID, PETA— Warga Perumahan Graha Peta Permai Kelurahan Peta, Kecamatan Sendana, Kota Palopo dibuat heboh dan geram. Ini akibat ulah seorang pemuda yang diduga telah melakukan perbuatan sodomi terhadap seorang anak usia empat tahun, Jumat, 20 November 2020.

Perbuatan sodomi tersebut diduga dilakukan oleh Erwin alias Komodo (27) yang juga merupakan warga Kelurahan Peta, Kecamatan Sendana, Kota Palopo.

Perbuatan sodomi tersebut dilakukan kepada korbannya A (4) yang merupakan keponakannya sendiri dari saudara (kakak) perempuannya yang bernama Irmawati Sarif (35).

Berdasarkan keterangan beberapa saksi yang merupakan tetangga terduga pelaku, perbuatan bejat tersebut dilakukan Erwin alias Komodo sekitar pukul 21:00 Wita di kediaman tempat tinggalnya bersama dengan kakaknya di Perumahan Graha Peta Permai.

Perbuatan Erwin diketahui setelah korban datang ke rumah tetangganya yang bernama Cahya yang tak jauh dari rumah korban.

Pada saat korban tiba di rumah Cahya, korban berjalan dengan kondisi kesakitan dan melangkahkan kaki dengan tidak normal.

Cahya yang akrab disapa Mbak Cahya oleh warga lingkup tempat tinggalnya, melihat kondisi A datang ke rumahnya dengan keadaan tersebut, lantas bertanya “Kenapa jalan begitu, Nak?” Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh korban dengan mengatakan kalau dirinya dicabuli Erwin.

Tidak terburu mengambil keputusan, Cahya yang saat itu bersama suaminya berfikir positif dan mengira korban hanya bercanda dan mengira, korban hanya bercanda. Untuk memastikan, suami Cahya, Kunsofian, kemudian memeriksa bagian anus korban menggunakan senter.

Setelah memeriksa bagian anus korban, Cahya dan Kusofian barulah percaya ucapan omongan A yang mengatakan ia telah diperkosa pamannya sendiri.

Cahya yang saat itu ditemui di ruang SPKT Polres Palopo sekira pukul 23:56 Wita, mengatakan saat ia bersama dengan suaminya memeriksa anus korban yang sudah dianggap anaknya itu, melihat anus korban dalam kondisi luka dan memerah.

”Saya sama suami saya saat memeriksa anus korban. Saya lihat merah dan luka,” sebut Cahya.

Cahya yang saat itu berada di ruang SPKT Polres Palopo bersama lima orang anak yang kebetulan kelima anak tersebut bersama dengan Cahya berhasil menangkap Erwin alias Komodo di salah satu cafe di jalan Lingkar.

Lima anak yang ditemani Cahya menangkap Erwin di Cafe tersebut.

Cahya bersama kelima anak ini melakukan tindakan itu karena, hubungan Cahya dengan Erwin sudah seperti seorang anak dan ibu meskipun keduanya, hanya tetangga.

Sementara kelima anak yang ditemani Cahya itu, juga mempunyai hubungan emosional sudah seperti saudara angkat.

Hanya butuh sekitar empat jam pasca melakukan perbuatannya, Erwin alias Komodo ditangkap oleh Cahya bersama lima anak angkatnya di jalan Lingkar.

Cahya menyebutkan, setelah mengetahui kejadian cabul tersebut yang diduga dilakukan oleh Erwin, ia kemudian memosting kejadian di beberapa grup Facebook Kota Palopo dengan menyebutkan terduga pelaku dicari karena kasus tersebut.

Hanya beberapa selang memosting, kemudian ada satu akun Facebook yang memberitahu ke Cahya bahwa Erwin ada di salah satu CAFE DI Jalan Lingkar sedang minum jus.

Setelah menerima informasi demikian, Cahya bersama kelima anak tersebut langaung ke jalan lingkar.

Saat tiba di jalan lingkar, Cahya mencoba membujuk Erwin untuk ikut dengannya untuk menyerahkan diri ke kepolisian. Namun, Erwin menolak. Karena sudah merasa geram dan sudah membujuk Erwin tapi masih ditolak, kemudian Cahya dan kelima anak yang ditemaninya memaksa Erwin untuk ikut dan sempat terjadi perlawanan dari Erwin.

“Sempat dibujuk untuk menyerahkan diri ke Polisi tapi menolak. Karena menolak, kami pun memaksanya dan sempat ada sedikit insiden kecil. Namun, tidak sampai fatal. Dan, akhirnya Erwin menurut ikut bersama kami ke Polres Palopo untuk menyerahkan diri,” ungkap Cahya.

Sementara korban sendiri, sekitar pukul 21:30 Wita dibawa ke RS Mega Buana oleh ibunya Irmawati Sarif (35) bersama anak laki-lakinya bernama Rizki (15) untuk mendapatkan perawatan tim medis.

Semula malam itu disebutkan, akibat luka yang diderita korban, disebutkan korban akan menjalani operasi.

Namun Sabtu, 21 November sekitar pukul 01:00 Wita dini hari, korban dirujuk ke RSU Sawerigading kota Palopo. Kemudian sekitar pukul 02:00 Wita pantauan Palopo Pos di RSU Sawerigading mengecek kondisi pasien. Setiba di RSU Sawerigading, perawat IGD Rumah Sakit tempat korban dirujuk kepada Palopo Pos mengatakan kondisi anak yang dirujuk dari RS Mega Buana itu setelah dicek pada bagian anus terlihat luka dan memerah.

“Untuk operasi sendiri, belum ada informasi kalau pasien akan dilakukan operasi tapi pastinya pasien mengalami luka pada bagian anusnya,” sebut perawat IGD Rumah Sakit tersebut saat ditemui.

Sedangkan Erwin alias Komodo yang telah diamankan di Polres Palopo, berdasarkan pantauan Palopo Pos saat itu, tengah diinterogasi di ruang Reskrim Polres Palopo. (riawan junaid)