Di Sangalla, Dua Ditahan Empat Bebas

68
Kapolres Tana Toraja, AKBP Sarly Sollu SIK saat memberikan keterangan pers terkait hasil penggrebekan judi sabung ayam di tiga tempat di Tana Toraja, Selasa 17 November 2020, di aula Mapolres. --Gista/Palopopos--

*Kapolres : Hanya Dua Yang Terbukti

PALOPOPOS.CO.ID, TATOR–Kapolres Tana Toraja, AKBP Sarly Sollu SIK membebaskan 4 orang dari 6 orang saat melakukan penggerebakan judi sabung ayam di Sanggala, baru – baru ini.

Menurut Kapolres yang baru menjabat selama kurang satu bulan tersebut keempat orang itu tidak terbukti melakukan judi sabung ayam. Hanya dua diantaranya yang terbukti, meski keempat orang lainnya itu berada di sekitar lokasi kejadian saat dilakukan penggrebekan sehingga turut diamankan.

“Khusus penggerebekan judi sabung ayam di Sangalla’, sebelumnya memang 6 pelaku diamankan, namun setelah proses pemeriksaan dikepolisian hanya dua orang yang cukup bukti jadi tersangka,”kata mantan Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Jabar saat konferensi pers di Mapolres Tana Toraja, Selasa 17 November 2020.

Sejak memimpin di Toraja, AKBP Sarly Sollu SIK terbilang aktif dalam pemberantasan judi sabung ayam tersebut. Kepada media ia mengungkapkan telah menggerebek tiga lokasi yakni Bebo’ Kecamatan Sangalla’, Tonglo, kecamatan Rantetayo, dan Kampung Madoko, lembang Maro’son”. Disebutkan dari tiga lokasi tersebut sebanyak 12 pelaku ditahan dan sejumlah barang bukti berhasi diamankan.

Kapolres mengungkapkan 12 pelaku judi sabung ayam tersebut dikenakan pasal 303, dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. Menurutnya pemberantasan penyakit masyarakat ini dilakukan atas komitmen bersama dengan pemerintah. Bahkan tidak hanya judi sabung ayam saja, AKBP Sarly Sollu SIK juga menyorot penyakit masyarakat lainnya yakni judi kupon putih yang juga mulai marak.

“Kami tak segan-segan menindak aktifitas tersebut, karena ini adalah bagian komitmen antara semua stake holder yang ada di Tana Toraja,”ucapnya. Terlebih lagi aktifitas itu dinilai meresahkan masyarakat.(mg1/ald)