Zona Merah, Wali Kota Palopo Maulid Virtual

41
Wali Kota Palopo, HM Judas Amir menyampaikan sambutan pada peringatan Maulid secara virtual di Masjid SaokotaE, Palopo, Kamis, 29 Oktober 2020 siang. --ft: khwan/palopopos

* Judas: Semua Masjid Dengungkan Kembali 3M

PALOPO

Pemkot Palopo bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Palopo memperingati Maulid secara virtual di Masjid Rujab SaokotaE, Kamis, 29 Oktober 2020 siang. Untuk diketahui, Kota Palopo saat ini berstatus zona merah Covid-19.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir mengimbau para dai untuk mendengungkan kembali 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak Fisik) pada semua masjid untuk mencegah penularan Covid-19.

”Khusus untuk hari Jumat, para dai agar menyampaikan kembali ke masyarakat 3M karena saat ini, negara kita, termasuk Kota Palopo dilanda wabah virus corona. Dan melalui momentum maulid, kita jadikan Rasulullah sebagai teladan,” terang Wali Kota Judas dalam sambutannya pada peringatan Maulid Virtual.

Tampak hadir pada kesempatan itu yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Palopo Dr Rusydi Hasyim MAg, Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Palopo Firmanza DP, Asisten III Pemkot Dr Ishaq Iskandar, Kepala BPKAD Palopo Samil Ilyas, Koordinator Humas Masjid Agung H Chaeruddin Mardi, dan sejumlah staf Humas & Protokoler Pemkot.

Disampaikan Wali Kota, peringatan Maulid dilaksanakan secara virtual karena kondisi Kota Palopo saat ini rawan Covid-19. ”Untuk menghindari penyebarluasan Covid-19, kita lakukan Maulid di rumah masing-masing dengan mengikuti ceramah agama dari Kepala Kantor Kementerian Agama Palopo,” ucapnya.

Juga ditambahkan, dalam beragama dan bernegara, intinya adalah komitmen. Yang pertama komitmen terhadap kalimat syahadat. Dan kedua, komitmen terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Implementasi dari komitmen terhadap dua kalimat syahadat yakni melaksanakan salat, puasa pada bulan ramadan, berzakat, dan berusaha naik haji. Sedang komitmen terhadap negara yakni mengikuti dan melaksanakan kebijakan pemerintah. Termasuk mengikuti petunjuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait protokol kesehatan yang dijadikan pemerintah sebagai pedoman mengatasi wabah penyakit yang sementara berjalan.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kemenag Palopo, Dr Rusydi Hasyim MAg menyampaikan sejarah pelaksanaan maulid. Bicara maulid, tidak bisa lepas dari kelahiran Muhammad SAW. Peringatan maulid pertama kali dilaksanakan Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi pada tahun 567-622 Hijriyah, kala itu merupakan penguasa Dinasti Ayyub di bawah kekuasaan Daulah Abbassiyah.

Saat itu, semangat juang para mujahidin mulai kendur. Sultan Shalahuddin mengusulkan untuk memperingati hari lahir Muhammad SAW guna membangkitkan kembali semangat juang para mujahidin. Maka diadakanlah lomba atau sayembara menulis syair yang berisi sejarah Muhammad SAW yang dimenangkan oleh Jafar Al Barzanji.

Dalam kondisi sekarang, jangan heran saat peringatan maulid banyak kaum muslimin yang melakukan barzanji. Karena itu bagian dari sejarah yang diabadikan sampai sekarang. Setelah itu, semangat juang pasukan muslimin sangat luar biasa mengusir musuh-musuh Islam. (ikh)