Tolak Politik Uang

131

* Paslon Pilih Gencar Kampanyekan Program Unggulan

PALOPO — Politik uang di pilkada menjadi musuh bersama. Saatnya Pilkada Serentak 2020 ini menjadi babak baru demokrasi melahirkan pemimpin kapabel tanpa adanya intrik. Kandidat pun menolak praktik kotor tersebut.

Seperti yang disampaikan kandidat dari calon Bupati Luwu Timur dan Wakil Bupati Lutim, Muh Thorig Husler-Budiman Hakim. Melalui Juru Bicara pasangan MTH-Budiman, Wulan Safitri yang dihubungi Palopo Pos, Senin 26 Oktober 2020 mengatakan, praktik politik uang adalah musuh yang mencederai demokrasi.

“Money politic mencederai demokrasi. Kami (Husler-Budiman) menolak praktik tersebut,” ucapnya tegas.

Untuk itu, cara yang dilakukan agar bisa meyakinkan masyarakat Luwu Timur untuk memilih MTH-Budiman tanpa lewat politik uang adalah dengan gencar blusukan ke masyarakat lewat program “Menyapa Desa”
“Menyapa Desa ini adalah cara kami mendekati masyarakat, berdialog, mendengar keluh-kesah mereka dan menyampaikan visi-misi kami serasional mungkin tanpa harus memberikan uang atau barang atau menjanjikan hal-hal yang tak masuk akal,” sebutnya.

Untuk itu, Wulan juga meminta Bawaslu Luwu Timur agar aktif melakukan pengawasan dalam setiap kampanye, utamanya dari praktik politik uang.
Sementara itu, Jubir paslon Muh Tahar Rum dan Rahmat Laguni (MTR-RL), Fujianto Manati juga angkat bicara soal politik uang. Ia mengatakan di setiap kesempatan sosialisasi dengan masyarakat kandidat dan tim selalu menyampaikan kepada masyarakat untuk menolak politik uang.

“Masyarakat harus sadar bahwa memilih pemimpin itu harus didasarkan pada figur dan program kandidat yang berorientasi terhadap pembangunan secara menyeluruh untuk kesejahteraan.

Masyarakat di beri pengertian bahwa pilihan politik akan sangat bergantung terhadap arah kebijakan pemerintahan di masa depan sehingga masyarakat jangan mau menggadaikan kesempatan untuk memilih pemimpin yang baik dengan menukarnya dengan uang yang hanya sesaat dan dalam hitungan yang tidak seberapa itu,” paparnya.

Lanjut Fuji, istilahnya uang hasil money politic itu akan habis dalam beberapa hari sedangkan kebijakan pemerintah akan berdampak lama. Minimal 5 tahun.

Terpisah, Jubir paslon Indah Putri-Suaib Mansur (BISA), Hikmawan Pasalo juga mengatakan Indah-Bisa tegas menolak segala bentuk politik uang. Dalam setiap pertemuan terbatas kami bersama masyarakat pada tahapan masa kampanye ini sejak 26 September 2020 paslon Ibu Indah Putri Indriani maupun Pak Suaib Mansur selalu menyampaikan bahwa dalam Pilkada Serentak 2020 kali ini mari kita ciptakan Dua Pilkada SEHAT.

Yakni, Pertama, sehat dari pandemi Covid-19. Kedua, sehat demokrasinya tanpa ujaran kebencian.

“Sehat dari pandemi, paslon BISA dan tim mengajak masyarakat untuk membantu penyelenggara KPU dan pengawas penyelenggaraan Bawaslu dalam hal menjaga kesehatan masyarakat dengan menerapkan prototol kesehatan. Kedua, sehat demokrasinya, paslon BISA dan tim senantiasa mengajak masyarakat agar merayakan pesta demokrasi dengan riang gembira, bersenang-senang, karena bagi kami pilkada ini merupakan pesta rakyat, tidak di rayakan dengan saling menghujat, menyebarkan berita bohong atau berita hoaks untuk pasangan calon lain, ataupun menjelekkan palson lain. Berikutnya demokrasi yang sehat menolak segala bentuk politik uang, baik pada masa kampanye sekarang ini, pada masa tenang, maupun pada hari pemilihan 9 Desember nantinya,” ungkapnya.

“BISA lebih fokus untuk bergerak melaksanakan pertemuan dan silaturahmi setiap harinya bersama masyarakat dan menyampaikan gagasan terkait visi-misi dan program BISA sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan calon lain,” tambahnya.

Terakhir, jubir paslon Arsyad Kasmar Andi Sukma (AKAS), Masita Bella juga menyatakan AKAS menolak tegas politik uang.
Paslon nomor urut 3 Pilkada Lutra saat ini sangat aktif melakukan komunikasi dengan masyarakat pemilih lewat pelbagai macam bentuk kampanye. “Sehari bisa sampai 6 kali pertemuan, bahkan lebih,” kata Bella.

Masih katanya, AKAS senantiasa hadir di tengah-tengah pemilih dengan menawarkan visi-misi dan program yang solutif atas persoalan-persoalan ril yang dihadapi masyarakat luwu utara saat ini. (jun/idr)