Tetap Survive Ditengah Pandemi

11
Salah satu kandang milik peternakan ayam Kinawa yang terletak di Pepabri. Bisnis ayam potong mulai bangkit setelah mengalami penurunan penjualan.

*Ayam Potong Sempat Diobral

Situasi pandemi membuat sejumlah usaha meradang. Pasalnya, saling keterkaitan satu sama lain membuat bisnis menjadi terpengaruh. Tak terkecuali usaha peternakan ayam potong.

Sejak pandemi melanda usaha tersebut menjadi terpuruk. Pesta pernikahan tidak lagi digelar, warung makan tutup, even-even tidak ada untuk penjualan ayam potong dalam partai besar lantaran penyebaran Covid-19. Disitulah menjadi titik jatuhnya bisnis ini di situasi pandemi.

Bahkan ayam potong sempat diobral seharga Rp100 ribu 3 ekor lantaran stok menumpuk. Dimana harga normal oleh pedagang Rp60 ribu per ekor dengan bobot 2,5 kilogram.

Saat itu adalah upaya terbaik yang dilakukan, meski peternak, pengusaha hingga pedagang mengalami kerugian. Belum lagi pakan yang harganya tidak berubah serta kebutuhan operational lainnya.

“Minimal bisa survive,” kata Taufik, salah satu distributor dan peternak ayam potong dengan merek Kinawan saat diwawancara Palopo Pos, Selasa 20 Oktober 2020. Ia menuturkan kondisi terparah dialami saat pertengan pandemi itu di bulan Juni tersebut.

Di sejumlah pasar tempatnya mendistribusi barang seperti, Karetan, Batusitanduk, Mamara, Salutubu dan Kota Palopo sendiri tak banyak peminat. Agar usahanya tetap survive ia tidak melakukan pengambilan DOC yang banyak agar tidak merugi lantaran permintaan yang sedikit.

“Tidak ada acara, bahkan harga sudah sangat rendah, namun pembeli masih kurang,” ungkap pengusaha ayam ptong yang telah mendapatkan sertifikat halal tersebut. Ia mengatakan di bulan itu penjualan ayam potong per hari tertinggi 200 ekor. Itu jauh berbeda sebelum pandemi yang terkadang mencapai 1000 ekor per hari serta awal pandemi di bulan Maret yang masih mencapai 500 ekor per hari. Kini pergerakan dirasakan sudah cukup baik.

“Beberapa masyarakat sudah melaksanakan acara pesta, pengambilan pun sudah mulai bergerak naik meski tidak begitu besar. Sudah adalah harapan,” ungkapnya. Yang di awal awal pandemi sempat terpuruk hingga menjual 200 ekor per hari, kini penjualan sudah terkadang mencapai 500 ekor per hari. “Harapan kita semoga corona ini cepat berlalu sehingga ekonomi kembali pulih,” harapnya.(ald/rhm)