Tetap Produktif dan Peka di Tengah Pandemi

42
KETUA KNPI Sulsel, Arham Basmin menyerahkan bantuan di Takalar, Selasa 27 Oktober 2020, kemarin dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda. IST

* Memaknai Hari Sumpah Pemuda

PALOPO — Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Memperingati Hari Sumpah Pemuda, hari ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kita masih berada dalam situasi pandemi.

Meski demikian pemuda harus tetap dengan semangat, lebih produktif ke arah positif dengan caranya masing-masing
Ketua KNPI Sulsel, Arham Basmin Mattayang kepada Palopo Pos, Selasa 27 Oktober 2020 mengatakan, pemuda harus selalu peka terhadap permasalahan yang ada di masyarakat terkhusus kemiskinan.

“Apa yang kita lakukan ini sebagai bentuk kepedulian kita. Tentu juga membuktikan bahwa pemuda memang masih ada dan peka terhadap permasalahan sosial,” ujar Arham yang juga putra dari Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang ini.

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Palopo, Umar SE menuturkan situasi pandemi tidak boleh menjadi penghalang bagi pemuda untuk terus bergerak. “Semangat kepemudaan harus tetap ada meski di situasi pandemi, pemuda harus tetap produktif dan kontributif terhadap bangsa,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, kata Mahasiswa Pascasarjana STIEM tersebut, disituasi pandemi ini, Pemuda harus lebih kreatif. Ia juga mengharapkan pemuda untuk kreatif membaca peluang yang ada di situasi pandemi ini. “Selalu ada peluang dimana pemuda harus menjemput, meskipun kondisinya tak seperti tahun-tahun sebelumnya namun itu menjadi tantangan yang harus diretas oleh pemuda,” ucapnya.

Tidak hanya itu saja, bagaimana membangun kepekaan sosial dimana banyaknya masyarakat yang terdampak secara ekonomi disituasi pandemi ini selain itu pemuda juga mesti turut mencegah penyebaran Covid-19.
Diketahui, 28 Oktober 1928 merupakan sejarah yang penting untuk bangsa Indonesia dan kalangan pemuda.

Sebab, para pemuda dari penjuru Nusantara, berkumpul untuk mengikrarkan Sumpah Pemuda dan terciptalah slogan ‘Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa’. Kemudian, Hari Sumpah Pemuda olehj pemerintah ini ditetapkan sebagai hari nasional dan bukan hari libur.

Ikrar yang dihasilkan tersebut merupakan hasil putusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II yang digelar pada 27-28 Oktober 1928. Kongres tersebut digelar setelah sebelumnya dilaksanakan Kongres Pemuda I mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei 1926 di Batavia (Jakarta).(ald/idr)