PKK Sosialisasi Stunting di Seluruh Kecamatan

1
Ketua TP-PKK Kota Palopo, dr Hj Utiasari Judas, M.Kes saat menyerahkan susu bagi ibu hamil yang menjadi sasaran yang diterima Camat Wara, Rustam Lalong, Kamis 15 Oktober 2020.

LAGALIGO — TP-PKK Kota Palopo sangat serius dalam melakukan pencegahan stunting saat ini. Pasalnya, angka stunting di Kota Palopo cukup tinggi yang tersebar di 9 kecamatan.

Untuk itu, PKK melakukan sosialisasi pencegahan stunting melalui 10 program pokok PKK yang dilaksanakan di setiap kecamatan.
Sosialisasi dimulai di Kecamatan Wara yang digelar di Aula Kantor Camat Wara, Kamis 15 Oktober 2020.

Camat Wara, Rustam Lalong saat membuka sosialisasi pencegahan stunting tingkat Kecamatan Wara mengajak untuk mendukung ikut serta dalam kegiatan sosialisasi ini.

“Mari kita mendukung ikut serta dalam kegiatan sosialisasi ini, sebagai bahan pelopor khususnya di Kecamatan Wara,” kata Rustam Lalong.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Palopo, dr Hj Utiasari Judas, M.Kes menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan nasional, yang dilaksanakan mulai dari pusat, provinsi hingga ke kota/kabupaten.
Ketua TP-PKK berharap peranan masing-masing Pokja bekerja sesuai tugasnya dan berkerjasama dengan pokja lainnya.

Dijelaskannya, stunting merupakan kondisi buruk yang dialami, dengan beberapa ciri-ciri seperti kerdil pendek, tubuh kecil, dan kepala kecil.
“Contohnya mulai dari masa kehamilan, sebelum menikah harus mencegah terlebih dahulu, diperhatikan gizinya juga”.

Usai sosialisasi, isteri Wali Kota Palopo ini juga mengukuhkan kader stunting TP PKK Kelurahan se Kecamatan di Kota Palopo sekaligus penyerahan susu kepada ibu hamil yang menjadi sasaran.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan, penderita stunting di Kota Palopo merupakan batita yakni bayi dibawah tiga tahun.

Peta sebaran angka stunting itu, berada di seluruh kecamatan. Yakni tertinggi Kecamatan Wara Selatan yakni 73 kasus. Kecamatan Telluwanua dan Wara Barat 51 kasus, Bara 46 kasus, Wara, 43 kasus, Wara Timur 40 kasus, Mungkajang 36 kasus, Wara Utara 22 kasus, dan Sendana 13 kasus.(rhm)