Pendemo Tuntut Sikap Pemkot dan DPRD Palopo

98

* Soal Pengesahan UU Ciptaker

PALOPO — Aliansi Peduli Indonesia (API) Kota Palopo kembali menggelar aksi di akhir pekan lalu. Massa yang hanya sekitar ratusan orang ini menuntut sikap Pemerintah Kota Palopo dan DPRD soal pengesahan UU Cipta Kerja (omnibus law).

Melalui gerakan Mimbar Bebas, API yang terdiri dari sejumlah mahasiswa dari pelbagai organisasi kampus kembali menyerukan penolakan terhadap UU omnibus law di depan kantor Wali Kota Palopo, Jl Andi Djemma.
Aksi API yang ketiga kalinya ini hanya diikuti ratusan mahasiswa, Sabtu 10 Oktober 2020.

Dalam orasi tersebut, poin utama dalam tuntutan orasi tersebut yang ditujukan kepada Wali Kota dan DPR Palopo agar segera menentukan sikap dengan tegas menolak UU Cipta Kerja yang telah resmi diketuk palu DPR beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pantauan Palopo Pos, aksi API di Palopo yang dimulai pukul 16:00 Wita berlanjut hingga ba’da Isya sekitar pukul 20:00 Wita. Dalam aksi itu dilakukan secara damai, tanpa ada anarkistis.
Peserta aksi hanya membakar tiga ban mobil untuk membakar semangat para peserta aksi.

Selain membakar ban mobil untuk menyulut semangat perjuangan, aksi damai yang dipimpin Muhaimin Ilyas selaku Jenderal Lapangan yang didampingi ketua lembaga peserta aksi, sesekali mengumandangkan sumpah mahasiswa untuk menyulut semangat ratusan kader yang tetap konsisten menuntut membatalkan UU yang dianggap “Cilaka” buat masyarakat.

Menjawab isu yang beredar dan komentar presiden Indonesia Joko Widodo, yang beberapa waktu lalu telah dimuat di media massa dengan mengatakan, massa yang melakukan aksi demo menolak UU omnibus law itu telah termakan hoaks dan ditunggangi kepentingan kelompok. Itu kemudian dijawab Muhamin dengan tegas membantah pernyataan presiden tersebut.

“Kami sudah membaca dan mempelajari undang-undang yang telah diketuk palu oleh DPR itu dan betul undang-undang tersebut bukan menguntungkan rakyat tapi justru akan merugikan rakyat. Hanya kelompok pemodal dan pengusaha yang akan diuntungkan dan perlu digaris bawahi gerakan kami murni untuk kemaslahatan masyarakat dan ditunggangi kelompok,” tegas Muhaimin saat ditemui di lokasi aksi.

Salat Berjemaah di Lokasi Aksi

Ada hal menarik perhatian dalam aksi API kali ini. Berbeda dengan 8 Oktober, pekan lalu.
Aksi kali ini yang tidak hanya damai, tapi ada momen dimana seorang Bhabinkamtibmas di Kelurahan Ponjalae yang bernama Bripka Gunawan bertugas di Polsek Wara dan tergabung dalam unit Polisi Santri Polres Palopo mengajak peserta aksi untuk menjalankan Salat Magrib berjemaah di lokasi aksi.

Ajakan tersebut pun diterima dengan baik para mahasiswa dengan sejenak menghentikan aksi. Dimulai dengan salah seorang mahasiswa yang maju mengambil pengeras suara lalu mengumandangkan azan, sedangkan mahasiswa yang lain mencari air untuk berwudhu.

Setelah adzan, Bripka Gunawan kemudian mengambil bagian sebagai imam Salat Magrib tersebut dan dibelakangnya diikuti puluhan makmum dari mahsiswa peserta aksi.

Sejenak momen tersebut menjadi dayatarik tersendiri, menjadi tontonan banyak warga serta pengguna jalan yang singgah dilokasi dan mengabadikan momen tersebut dengan kamera mereka. Saat usai menjalankan Salat Magrib, Bripka Gunawan juga memberi ceramah islamiah kepada mahaasiswa yang berisi tentang perjuangan dan keselamatan dunia akhirat tidak lepas dari salat.

“Saya sangat salut dengan perjuangan adik-adik mahasiswa yang memperjuangkan kemaslahatan rakyat. Dan yang membuat saya bangga ialah saat diingatkan istirahat sejenak dan untuk melaksanakan salat berjemaah, mereka segerah menghentikan aksinya kemudian mendirikan sholat berjamaah,” ucap Gunawan di lokasi seusai salat memimpin mahasiswa.

Tidak hanya menjalankan Salat Magrib, namun API Palopo juga melaksanakan salat berjemaah yang kali ini dipimpin salah seorang peserta dan kembali diikuti puluhan makmum dari peserta aksi itu sendiri.
Sebelum membubarkan diri dari depan kantor wali kota, Muhaimin mengatakan bahwa aksi ini akan berlanjut pekan depan, mengingat anggota DPRD Palopo yang sudah balik dari luar kota.

“Kami akan kembali melakukan aksi pekan depan, dan akan menuntut DPR dan Pemerintah Kota Palopo agar menyatakan sikap menolak undang-undang tersebut dan pastinya disampaikan ke pusat bahwa secara kelembagaan, pemerintah dan DPR Kota Palopo menolak undang-undang tersebut,” tutup Muhaimin.

Panggung bebas yang digelar API Palopo di depan kantor Wali Kota Palopo yang dimulai pada pukul 16:00 Wita sampai 22:00 Wita dan dikawal ketat aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP itu berakhir dengan kondusif tanpa adanya kerusakan apapun.

Lanjut Selasa Besok

Di Jakarta, gelombang aksi yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari buruh, mahasiswa, pelajar, dan kelompok masyarakat belum berakhir.

Pada Selasa (13/10) besok, aksi ribuan orang akan digelar kembali. Titik aksi adalah depan Istana Negara.
Aksi ini akan digelar oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI. Temanya, “Aksi 1310: Aksi Tolak UU Ciptaker Anak NKRI Jabodetabek”.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi 1310, Damai Hari Lubis membenarkan ANAK NKRI akan menggelar aksi di Istana Negara. Katanya ribuan massa dari berbagai elemen akan hadir dalam acara tersebut.

“Iya benar, kami mempersilakan semua elemen anggota masyarakat yang merasa tidak setuju atau menolak UU Cipta Kerja untuk hadir, kami tidak dapat melarang,” ujar Damai Hari Lubis, Ahad (11/10), kemarin.

Damai mengatakan bahwa aksi ini akan dihadiri banyak tokoh. Terutama akan dihadiri tokoh dari Front Pembela Islam (FPI), GNPF-Ulama, Persaudaraan Alumni (PA) 212, Aliansi Anak Bangsa (AAB), HRS Center, dan tokoh-tokoh dari kelompok lainnya. “Full tokoh. InsyaAllah rencananya begitu,” kata Damai.

Namun demikian, Damai meluruskan sejumlah disinformasi yang beredar di media sosial. Di antaranya tentang ajakan segala macam profesi untuk bergabung dan soal waktu penyelenggaraan. Soal waktu, disebutkan bahwa aksi akan digelar hingga Presiden Joko Widodo lengser.

“Kami meluruskan, tidak ada imbauan segala macam profesi untuk bergabung. Soal waktu yang berlangsung hingga Jokowi lengser itu bukan imbauan yang datangnya dari saya selaku pribadi maupun dari ANAK NKRI,” pungkas Damai. (cr1/idr)