Penanganan Covid Serap Rp4 M

19
Tim GTPP Covid-19 Luwu melaksanakan rapid test di sejumlah OPD Pemkab Luwu, termasuk di Dinas Dukcapil Luwu yang mengelolaa pelayanan pembuatan dokumen kewarganegaraan. Hingga saat ini penggunaan anggaran Covid-19 sudah menelan Rp 4 miliar

*Penggunaan Anggaran harus Transparan

BELOPA — Sejak merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) bulan Maret 2020 lalu, Pemerintah Kabupaten Luwu telah membentuk Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19. Hingga bulan Oktober 2020 ini proses pencegahan, penanggulangan Covid-19 sudah menyerap anggaran sebesar Rp4 miliar lebih.

Kordinator Forum Pemantau Kinerja Eksekutif dan legislatif (FP2KEL) Kabupaten Luwu, Ismail Ishak, Kamis 15 Oktober 2020 kemarin mengungkapkan, masyarakat di Kabupaten Luwu sangat mengharapkan adanya transparansi penggunaan uang rakyat (APBD) untuk pencegahan Covid-19.

“Kami mendapat informasi anggaran Covid cukup besar hingga mencapai Rp22 miliar. Dari jumlah itu sudah terserap sekitar 15 persen. Kami sangat memberi apresiasi kinerja Pemkab Luwu untuk pencegahan Covid-19 ini. Namun yang terpenting pelaksanaannya harus diiringi dengan penggunaan anggaran yang transparan dan diketahui oleh masyarakat dan wakil rakyat, ” ungkap Ismail Ishak.

Wakil Sekretaris TGTPP Covid-19 Luwu, Aminuddin, S.Sos, M.Si yang dikonfirmasi sekaitan pemanfaatan anggaran untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Luwu, mengungkapkan, aktivitas pencegahan Covid-19 di Kabupaten Luwu selama tujuh bulan ini dibiayai melalui anggaran belanja tidak terduga yang bersumber dari APBD-Pokok 2020 juga dari hasil refocusing kegiatan OPD.

“Total alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 sekitar Rp22 miliar lebih. Untuk saat ini pemanfaatan anggaran tersebut kurang lebih sebesar Rp4 miliar. Untuk lebih jelasnya silakan dikonfirmasi dibagian keuangan Pemkab Luwu,” kata Aminuddin, seraya menambahkan pelaksanaan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 saat ini masih berlangsung.

Aminuddin mengatakan, alokasi anggaran untuk kegiatan pencegahan Covid-19 diambil dari belanja tidak terduga (BTT) tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pencegahan penyebaran covid-19 di Kabupaten Luwu.

“Peruntukan anggaran tersebut untuk pengadaan alat pelindung diri (APD), sarana cuci tangan pakai sabun di pasar-pasar, honorarium/insentif petugas di batas Kabupaten Luwu, membiayai warga Luwu yang di karantina mandiri setelah dinyatakan positif, operasional tim gabungan, pelatihan relawan Covid, pengadaan masker dan pengadaan alat rapid test,” kata Aminuddin.

Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah alokasi anggaran tersebut digunakan seluruhnya atau hanya sebagian karena pelaksanaan masih terus berlanjut.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Luwu, Dr Moh Arsal Asyad S.STP, M.Si, yang dikonfirmasi Harian Palopo Pos via Ponselnya mengatakan, pihaknya belum memastikan keseluruhan anggaran Covid-19 karena masih dalam perjalanan dinas keluar daerah.

“Saya saat ini sedang tugas luar daerah. Insha Allah sekembali dari Makassar saya akan sampaikan besaran anggarannya. Karena pada pembahasan APBD Perubahan mengalami koreksi, ” kata Arsal. (and/him)