Material Longsor di Temmalebba Masih Menumpuk

16
Material longsor di pegunungan yang berada di Temmalebba masih menumpuk belum diangkut. Tampak anggota DPRD, pihak Kecamatan Bara, Kelurahan Temmalebba, BPBD, dan Dinas PUPR saat mengunjungi lokasi longsor, Senin 19 Oktober 2020.

TEMMALEBBA — Longsor yang terjadi di wilayah pegunungan Temmalebba turut menjadi perhatian anggota DPRD Kota Palopo, Muhammad Mahdi.

Dalam kunjungannya ke wilayah tersebut, Senin 19 Oktober 2020 siang kemarin, dirinya melihat kondisi tumpukan material yang belum dievakuasi. Apalagi, tumpukan tanah longsor itu nyaris menimbun pemakaman yang ada di sekitarnya.

“Saya baru saja berkunjung ke lokasi. Materialnya ternyata belum dievakuasi karena terkendala anggaran untuk menurunkan alat berat,” kata Mahdi, di ruang kerjanya.

Meski demikian, politisi PPP ini langsung mengontak salah satu pejabat tinggi di Pemkot Palopo saat sedang berada di lokasi untuk turut membantu kendala yang dihadapi pihak dinas terkait dalam mengevakusi tumpukan material tersebut.

“Saya langsung telepon Pak Sekkot agar bisa mengalokasikan segera anggaran untuk membiayai alat berat. Karena saya tanyakan kepada Dinas PUPR bahwa anggaran untuk menerjunkan alat berat ke lokasi tidak ada,” sebut Mahdi.

Apalagi, lanjut Mahdi, keberadaan tumpukan material di wilayah tersebut sangat mengancam pemakaman di sekitarnya, ditambah lagi kondisi cuaca saat ini sering hujan.

“Ini sifatnya darurat. Tidak perlu lagi pihak pemerintah menunggu lama. Makanya saya langsung tegaskan untuk ditangani secepatnya,” tegas Mahdi.

Dalam kunjungan ini juga turut serta pihak BPBD, Dinas PUPR, pihak Kecamatan Bara, dan Kelurahan Temmalebba.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kota Palopo pada Sabtu 17 Oktober 2020 lalu membuat wilayah Kecamatan Temmalebba Kecamatan Bara, tepatnya di bukit kecil lokasi pemakaman warga setempat nyaris tertimbun longsor.(rul/rhm)