Lima Tersangka Penipuan Lewat SMS Tiba di Palopo

4565
TIBA. Lima pelaku penipuan online dan pencucian uang, tiba di Kejari Palopo. Mereka dikawal super ketat, Kasi Pidum Yanuar Fihawiano SH dan Kasi Intel Kejari, Heru Susanto SH MH, masuk ke sel tahanan Kejari Palopo, Selasa, 12 Oktober 2020. ---kahariting/palopopos---

* Hampir Sebulan Ditahan di Mabes

PALOPO –Teka-teki dimana keberadaan para pelaku penipuan dengan modus SMS “mama minta pulsa dan menangis minta dikirimkan uang serta pulsa” terjawab sudah.

Ada sekitar puluhan pelaku dari berbagai daerah di Indonesia dengan modus tersebut (penipuan, red) berada di Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta.

Terkait dengan itu, lima pelaku asal Kota Palopo, termasuk dari Malangke, Kecamatan Luwu Utara (Lutra), akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo.

Mereka dikirim secara bersamaan dan tiba di Kejari Palopo, sekira pukul, 17:15 Wita, Selasa sore, 12 Oktober 2020.

Lima pelaku, satu diantaranya perempuan, yang kini sudah di tahan di Kejari Palopo, masing-masing, Aris (35) warga kelahiran Tappong, yang tinggal dan menetap di Perumahan Imbara Kota.

Kemudian, Amiluddin alias Ramla (41) alamat Dusun Tappong, Kelurahan Tokke, Kecamatan Malangke, Kabupaten Lutra.

Selanjutnya, Hariani (37) alamat Jln To Sappaile, Kelurahan Purangi, Kecamatan Cendana, Kota Palopo.

Serta Haeril alias Peg (36), alamat Jln Pongsimpin, Kelurahan Murante, Kecamatan Mungkajang Kota Palopo.

Terakhir ada Hendra (29) alamat Andi Mappuji, Kelurahan Ponjalae, Kecamatan Wara Timur Kota Palopo. “Mereka punya peran tersendiri.

Jadi, sebelumnya, mereka ditahan di Mabes, karena korbannya melaporkan di Mabes. Jadi kelima pelaku ini sudah resmi tahanan Jaksa Palopo, terhitung mulai tanggal 13 Oktober 2020,” kata Kajari Palopo, Abraham Sahertian SH, kepada Palopo Pos, Rabu, 14 Oktober 2020.

Abraham Sahertian, menjelaskan, untuk kelima pelaku tersebut,Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palopo, mengganjar mereka dengan Pasal 3 UU RI No 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Abraham Sahertian mengaku, keberhasilan yang dilakukan di Kejari Palopo, tak lepas dari kerja keras Kasi Pidana Umum (Pidum), Yanuar Fihawiano SH dan Kasi Intel, Heru Rustanto SH.

Karena memiliki peran dan fungsi beda-beda, sehingga sebut Abraham Sahertian, pasal yang disangkakan pun beda-beda.
“Kalau hukumannya, tergantung pasal yang disangkakan,” bebernya.Seraya menambahkan, dengan ditahannya para pelaku penipuan online di Kejari Palopo, setidaknya bisa memberikan rasan nyaman terhadap keluarga pelaku.

“Setidaknya, mereka atau keluarga para pelaku bisa lega mengetahui keluarganya ada Kejari Palopo. Karena saya ikuti beberapa hati ini, memang ada sebagian keluarga pelaku mencari keberadaan para keluarganya,” tutup Abraham Sahertian.(ded/idr)