Kuota FLPP Habis

64
Salah satu perumahan bersubisid di Kota Palopo yang dibiayai melalui skema FLPP. Saat ini skema tersebut habis di sjeumlah bank penyalur. --dok.palopopos/aldy--

TOMPOTIKKA — Penjualan rumah bersubsidi akan semakin menemui kendala tahun ini. Pasalnya pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Properti (FLPP) kuotanya habis di beberapa bank penyalur.

Seperti misalnya Bank Sulselbar serta BNI Cabang Palopo.
Dengan habisnya kuota FLPP itu, bank penyalur rumah bersubsidi menawarkan skema yang sudah diperkenalkan tahun lalu yakni BP2BT.

Namun skema tersebut tidak begitu dilirik oleh calon user. Dengan kondisi itu tentunya akan membuat gusar para developer yang banyak membangun rumah bersubsidi dengan habisnya kuota.

Menurut salah seorang pengurus REI Luwu Raya, Muhammad Alfa saat dihubungi Palopo Pos, Kamis 15 Oktober 2020 mengatakan cepatnya kuota tersbeut habis karena pengaruh banyaknya ready stock pasca kehabisan kuota akhir tahun lalu. Pas dibuka kembali (kuota ada) dan kebijakan bank terkait profile calon user melakukan akad, maka pengembang menggenjot pembangunan rumah,”ucapnya.

Namun saat ini kuota kembali habis.
Kuota FLPP tersebut habis di bank penyalur seperti Bank Sulselbar. Diungkapkan Pimpinan Cabang, Ruslan, sebanyak 105 kuota FLPP habis di awal september kemarin. Sehingga penawaran untuk pembiayaan perumahan pada rumah komersil. “Kuota FLPP habis, itu sebanyak 105,”katanya.

Begitupun BNI Cabang Palopo yang juga mengatakan sebanyak 248 unit habis sejak awal september. “Sudah habis kuota, kalaupun ada penambahan akan segera dihubungi developer kerjasama karena memang sejumlah berkas user masih banyak di developer yang bermitra dengan kami,”kata Pemimpin BNI Palopo, Iqsal Anwar melalui Wakil Pemimpin bidang layanan.

Namun habisnya kuota FLPP itu, pihaknya menawarkan skema BP2BT tersebut atau menawarkan kepada user rumah komersil.
“Jadi untuk saat ini user bisa memilih, apakah menunggu kuota FLPP ada atau menggunakan skim BP2BT yang juga subsidi atau rumah komersil, kita akan proses selama berkasnya lengkap,” tandasnya.

Sementara bank penyalur lainnya seperti Bank Mandiri Palopo belum memastikan sisa stok mereka.(ald/rhm)