Korban Banjir Butuh Makanan Siap Saji

38
BANJIR MAROBO. Warga lingkungan Marobo, Kelurahan Salu Battang, Kec. Telluwanua berkomunikasi dengan kerabatnya, Ahad 18 Oktober 2020. Sudah dua hari banjir masih menggenangi daerah ini. Sebanyak 156 KK terdampak. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

SALUBATTANG — Banjir merendam wilayah Marobo, Kelurahan Salubattang Kota Palopo akibat curah hujan yang tinggi. Hingga saat ini ketinggian air di lokasi tersebut masih setinggi 10 centimeter.

Berdasarkan data resmi dari Kelurahan Salubattang, banjir merendam sedikitnya 23 rumah warga empat empat jembatan dan satu tanggul sempat terendam.

Staf Kelurahan Salubattang, Herawan S. Toni yang saat ini masih berada di lokasi menyebutkan, kondisi air saat ini sudah mulai surut. Hanya saja warga sekitar masih membutuhkan logistik khususnya makanan siap saji. Pasalnya, peralatan dapur milik warga terdampak ikut terendam banjir dan belum dapat digunakan.

”Tadi pagi ketinggian air masih sampai lutut orang dewasa. Tapi tadi siang sekitar jam 14.00 Wita sudah mulai surut sekitar 10 centimeter. Tapi warga setempat masih butuh bantuan. Utamanya makanan,” jelas Herawan kepada Palopo Pos, Senin 19 Oktober 2020.

Ia menyebutkan hingga saat ini sejumlah Perangkat Daerah (PD) dari Pemerintah Kota Palopo sudah turun ke lokasi banjir meninjau kondisi warga dan wilayah terdampak banjir. Meski demikian warga yang Salubattang masih khawatir air kembali naik jika turun hujan.

”Tadi siang tim dari Dinas PU Palopo sudah melakukan peninjauan, termasuk dari balai besar sungai Jeneberang. Tadi sore sudah ada bantuan air bersih dari PDAM. PDAM Palopo sudah menyalurkan air bersih satu tangki untuk warga yang terdampak bencana banjir. Sore tadi tim dari BAZNAS Palopo juga sudah mulai melakukan assessment di lokasi bencana,” jelasnya.

Sementara logistik bantuan dari Dinas Sosial menurut Herawan hingga saat ini belum tiba di Lokasi.

”Belum ada tiba dari Dinsos. Kalau Dinas Kesehatan tadi pagi juga sudah menurunkan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Namun bersyukur bahwa sampai sekarang belum ada warga yang terjangkit penyakit akibat banjir,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sosial Kota Palopo, Awaluddin mengatakan pihaknya saat ini sementara mempersiapkan bantuan untuk segera didistribuskan kepada warga Salubattang.

”Sore ini baru kita bawa dek, In syaa Allah,” kata Awal.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Palopo, Anthonius Dengen menyebutkan pihaknya telah menurunkan personil untuk melakukan evakuasi. Bahkan sejak kemarin telah mendirikan tenda yang dapat dimanfaatkan oleh warga sebagai dapur umum.

”Kalau bantuan evakuasi kita sudah lakukan, hanya untuk bantuan logistik makanan dri Dinas Sosial sayab belum tahu, tapi saya sudah laporkan ke pak Sekkot sejak kemarin terkait kondisi di Salubattang,” jelas Anthonius.
Menurutnya, saat ini warga Salubattang sangat membutuhkan bantuan makanan siap saji.

”Karena sejak kemarin warga tidak bisa masak di rumahnya karena terendam banjir. Makanya saya arahkan anggota untuk pasang tenda,” tandasnya. (rhm)