Jokowi Puji Penanganan Covid di Sulsel

46

* Minta Daerah Lain Tiru

JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Sulawesi Selatan dan Jawa Timur menunjukkan perbaikan dalam penanganan pandemi virus corona (Covid-19).
Ia meminta daerah lain meniru dua provinsi ini dalam penanganan wabah covid-19.

“Saya mencatat dari angka-angka yang ada, Provinsi Jawa Timur, Sulawesi Selatan menunjukkan perbaikan dalam pengendalian Pandemi Covid. Saya kira ini bisa jadi contoh provinsi-provinsi yang lain,” kata Jokowi dalam rapat terbatas mengenai laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (12/10).

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, per Minggu (11/10) Jawa Timur mencatatkan 46.984 kasus positif. Dengan jumlah kasus positif tersebut, Jatim tercatat sebagai provinsi kedua terbanyak kasus positif Covid-19 di bawah DKI Jakarta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 40.490 orang di Jatim dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sedangkan, sebanyak 3.425 orang meninggal dunia. Jumlah yang meninggal ini tertinggi se-Indonesia.

Sementara Sulawesi Selatan berada di urutan kelima dalam hal kasus positif Covid. Tercatat, per Minggu (11/10), jumlah kasus positif di Sulsel mencapai 16.738 kasus positif atau menyumbang 5 persen dari total kasus positif secara nasional.

Dari total kasus positif di Sulsel, sebanyak 13.891 dinyatakan sembuh, dan 434 meninggal dunia.

Selain itu, Jokowi meminta agar penanganan di delapan provinsi prioritas tetap dimonitor secara ketat. Delapan provinsi prioritas itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua.

“Saya tetap meminta di delapan provinsi prioritas dimonitor ketat. Kemudian testing, tracing, treatment terus diperbaiki sehingga gap antara provinsi yang satu dengan yg lain mengenai bisa dikejar dengan baik,” ujar Jokowi.

Sampai dengan Minggu (11/10), jumlah kasus positif di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus positif Covid mencapai 333.449 kasus. Dari jumlah tersebut, 255.027 dinyatakan sembuh, dan 11.844 meninggal dunia.(int/idr)