DPK Musnahkan Ribuan Berkas

17
Untuk pertama kalinya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Luwu Timur melakukan pemusnahan ribuan berkas, Selasa 27 Oktober 2020.

*Retensi Arsip di Bawah 10 Tahun

MALILI— Untuk kali pertama, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Luwu Timur melakukan pemusnahan ribuan berkas.

Berkas yang dimusnakan berjumlah 1.663 itu merupakan retensi arsip di bawah sepuluh tahun, yang dilangsungkan di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Luwu Timur, Selasa 27 Oktober 2020, kemarin.

Pemusnahan dengan cara dibakar yang menggunakan wadah drum ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Luwu Timur, Satri.

Usai pemusnahan, kepala dinas langsung menandatangani berita acara pemusnahan. “Berkas yang dimusnahkan ini adalah arsip retensi di bawah 10 tahun, dan ini yang pertama kalinya,” tutur Satri.

Lanjut, berkas yang dimusnahkan ini adalah hasil penilaian arsip oleh dinas Perpustakaan dan Kearsipan Luwu Timur. Yangmana hal ini sebagai wujud usaha dinas arsip untuk meningkatkan ketertiban tata kelola dengan menerapkan langkah-langkah yang telah diatur dalam perundang undangan dan peraturan yang berlaku.

Rencananya, lanjut dia, kegiatan pemusnahan semacam ini juga akan berlanjut di sejumlah organisasi perangkat daerah Luwu Timur dengan mengikuti kaidah dan aturan yang berlaku. Namun perlu diketahui bahwa ada beberapa jenis arsip yang tidak semuanya dimusnahkan. Sepeti arsip yang bersifat dinamis yaitu arsip yang terus bergerak dan masih digunakan. Contohnya Peraturan dan Surat Keputusan,

Sementara itu, kepala bidang Kearsipan Luwu Timur Rasmawati mengungkapkan, kegiatan pemusnahan arsip telah diatur berdasarkan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan. Selain itu juga tercantum dalam Perbub. No 22 Tahun 2020 tentang Penyusutan Arsip Daerah. Pada pasal 9 berbunyi Pemusnahan arsip inaktif retensi di bawah 10 tahun dan persetujuan bupati nomor 045/0893/Setda, tertanggal 30 September 2020, perihal Persetujuan Pemusnahan Arsip.

Dia juga menambahkan bahwa pemusnahan arsip baru kali ini dilakukukan. Dan sebenarnya setiap OPD bisa melaksanakan pemusnahan guna mengurangi arsip yang ada pada masing masing OPD. “Tapi perlu diperhatikan, pemusnahan harus dilakukan sesuai prosedur tahapan pemusnahan dan sesuai peraturan perundang undangan,” tutur Rasmawati.

Kegiatan pemusnahan ini disaksikan oleh Inspektur Pembantu IV Luwu Timur, Hasyim, dan Analis Hukum Setdakab Luwu Timur, Rusdi Lestriono, yang juga ikut menandatangani berita acara pemusnahan. (akm/him)